>> Inilah Daftar 10 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia

Setelah ujian nasional (UN) sekolah menengah atas usai, saatnya memburu kampus idaman bagi para siswa yang ingin kuliah. Masalahnya, kampus mana? Bicara idaman, tentu mau yang terbaik. Begitu juga dengan pencarian kampus ini. (Baca: Buat Persiapan... Catat, 10 Kampus Paling Diminati pada SBMPTN 2015).

Nah, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2015 melansir daftar peringkat kampus di Indonesia. Merujuk data itu, ini 10 peringkat tertinggi perguruan tinggi di Indonesia berikut nama familiar kampus itu:

1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
4. Universitas Indonesia (UI)
5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
6. Universitas Brawijaya (Unibraw)
7. Universitas Padjadjaran (Unpad)
8. Universitas Airlangga (Unair)
9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
10. Universitas Diponegoro (Undip)

Kriteria
Ada empat kriteria menjadi pedoman kementerian ini dalam menilai perguruan tinggi. Pertama, kualitas sumber daya manusia (SDM). Kedua, kualitas manajemen perguruan tinggi. Ketiga, kualitas kegiatan kemahasiswaan. Terakhir, hasil penelitian serta publikasi ilmiah. Dari keempat kriteria itu dikenakan bobot untuk penghitungan skor. Rinciannya, indikator SDM yang secara khusus menilai kualitas dosen memiliki bobot 12 persen dan kecukupan dosen berbobot 18 persen.

Adapun indikator kualitas manajemen mendapat bobot penilaian 30 persen. Sementara itu, indikator kualitas kegiatan mahasiswa menyumbang bobot penilaian 10 persen. Terakhir, bobot penilaian untuk kualitas kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah adalah 30 persen.

Meski pada peringkat total ada di peringkat tiga, IPB justru mendapat skor tertinggi- sebesar 4 poin - untuk kualitas SDM. Pada indikator ini, UGM di peringkat kedua dengan skor 3,99 dan ITB di posisi ketiga dengan skor 3,93.

Adapun untuk kualitas manajemen, IPB maupun ITB sama-sama mendapat nilai 3,9. Poin kedua kampus sedikit di bawah UGM yang mengantongi skor 3,99.

UGM menempati peringkat teratas untuk kualitas kegiatan mahasiswa, dengan skor bulat 4. Pada kriteria ini, selisih nilai cukup jauh. ITB ada di peringkat kedua dengan skor 1,9 dan menyusul di bawahnya IPB yang mendapat nilai 1,8.

Untuk kualitas penelitian dan publikasi, ITB jawaranya, dengan skor sempurna 4. UGM ada di peringkat kedua dengan skor 3,69, sedangkan IPB di peringkat ketiga yang mengantongi nilai 3,1.

Dari keempat kriteria tersebut, ITB menempati peringkat pertama karena mendapat total skor 3,743. Adapun UGM mengumpulkan skor 3,69, sedangkan IPB 3,49.

>> Hilangkan kejenuhan anak saat naik pesawat dengan 7 permainan kreatif ini

1. Bawalah beberapa mainan lilin ramah lingkungan. Mainan ini mudah untuk dibersihkan dan mudah untuk dibawa-bawa.

2. Cari buku mewarnai berbasis air portabel seperti Melissa & Doug Water Wow Coloring. Di Indonesia memang agak susah mencarinya. Pilihan lain cukuplah buku mewarnai dan pensi warna.

3. Buku! Ini adalah "alat" untuk melahirkan kebiasaan membaca pada anak sekaligus meningkatkan imajinasi anak.

4. Masking tape atau selotip bergambar atau selotip warna-warni. Mainkan ini dengan menempelkannya pada tubuh mereka. Atau bisa juga membuat sesuatu dengannya. Bisa dengan menempelkannya ke kertas.

5. Magna Doodle atau papan gambar magnetik. Mainan "kuno" ini akan tetap membuat anak sibuk selama di pesawat. Tidak akan ada noda apapun dengan alat ini bukan?

6. Boneka jari. Siapkanlah boneka yang sesuai dengan cerita yang juga sudah kita siapkan.

7. Lihat ke luar jendela! Awan benar-benar indah dari ketinggian. Anak biasanya mudah terpesona melirik dunia yang kini ada di bawahnya.
( referensi )

>> 5 Tips kreatif usir rasa bosan saat menunggu di Bandara

Pesawat menjadi salah satu transportasi yang banyak digunakan. Sayangnya, pesawat yang akan kita tumpangi kerap mengalami keterlambatan, sehingga kita dipaksa untuk menunggu dan tentunya itu sangat membosankan. Namun, berikut ini ada beberapa kiat menghabiskan waktu ketika menunggu di bandara:

1. Mengasah pengetahuan
Salah satu cara mengasah pengetahuan kita adalah dengan membaca buku. Toko buku di bandara dapat menjadi target untuk menghabiskan waktu menunggu pesawat.

2. Bersantai dan istirahat
Tidak sedikit bandara yang memiliki salon, spa, atau relaksasi daerah. Daripada membuang waktu, tak ada salahnya beristirahat dan bersantai dengan melakukan pijat agar badan terasa lebih tenang dan segar.

3. Mencari produk dengan penawaran terbaik
Bandara bisa menjadi tempat berbelanja yang menyenangkan karena banyak menawarkan produk-produk yang menjadi khas dari sebuah daerah. Dengan begitu, kita bisa berburu souvenir untuk orang-orang yang kita cintai. Namun, jangan lupa untuk mencari penawaran dengan harga terbaik.

4. Membaca majalah atau tabloid lucu
Seperti yang dikatakan sebelumnya, toko buku menjadi tempat yang paling cocok untuk menghasbiskan waktu di bandara ketika kita menunggu pesawat. Membaca majalah atau tabloid yang lucu atau yang bersifat menghibur, tentunya akan sangat menyenangkan. Mungkin, kita juga bisa mendapati buku teka-teki, Sudoku, atau lainnya untuk mengasah keaktifan otak.

5. Menuliskan pengalaman perjalanan
Menuangkan kisah perjalanan kita ke dalam tulisan yang kemudian akan dibaca ulang menjadi keunikan tersendiri. Mulai dari bepergian hingga pulang, kita bisa menulisnya, terutama mengenai kejadian-kejadian yang unik. Ini pun akan menjadi kenangan kita.

Mulai sekarang, jangan bingung lagi karena kita bisa mencoba beberapa cara menghabiskan waktu ketika menunggu di bandara. Isilah waktu dengan kegiatan positif daripada hanya membuang waktu untuk hal yang tidak berguna.
( sumber )

>> Berikut 5 Etika penting yang perlu anda terapkan ketika di Bandara

Bandara dapat menjadi tempat yang menyebalkan, terlebih ketika penerbangan mengalami penundaan. Selain itu, kerap kali bandara begitu membingungkan karena banyak pintu serta terminal yang berbeda. Oleh karena itu, penting karena ada 5 etika di bandara berikut ini.

1. Tak perlu berteriak
Berteriak tidak akan membuat antrean di bandara bergerak atau tidak menyebabkan boarding yang lebih cepat. Berteriak justru akan menjadi masalah baru, termasuk dalam keamanan di bandara.

2. Siap untuk digeledah
Tidak dapat dihindari, karena pemeriksaaan keamanan ini memang harus dilakukan. Oleh karena itu, persiapkan diri untuk proses pemeriksaan, agar dapat menghemat waktu.

3. Tepat waktu
Ada alasan mengapa maskapai penerbangan meminta penumpang berada di bandara atau ruang tunggu sesuai waktu yang ditentukan. Pastikan tidak terlambat atau selalu tepat waktu agar terhindar dari tertinggal pesawat.

4. Berpakaian rapi
Sebagai ruang publik, seseorang memang diharapkan untuk berpakaian rapi. Gunakanlah pakaian yang rapi saat di bandara.

5. Jangan berlebihan menggunakan fasilitas di bandara
Misalnya fasilitas pengisian baterai ponsel. Orang lain juga memerlukannya, jadi jangan sampai menggunakan fasilitas tersebut hingga berlebihan.

Itulah beberapa etika di bandara yang harus dilakukan. Jadikan pengalaman terbang Anda selalu lebih baik.
( referensi )

>> Menengok lebih dalam fasilitas termewah Kapal Titanic yang tenggelam

Meski karam setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912, 104 tahun lalu, RMS Titanic tetap dikenang sebagai kapal paling mewah pada eranya -- atau mungkin sepanjang masa.  Dibutuhkan uang sebesar US$ 7,5 juta pada 1912 -- setara dengan US$ 180 atau Rp 2,4 triliun pada masa kini -- untuk membangun dan melengkapi bahtera itu.

Dengan dana sebesar itu, tak ada yang tak bisa diwujudkan untuk Titanic -- kecuali sekoci yang faktanya tak imbang dengan jumlah penumpangnya.  Untuk akomodasi, para penumpang kelas dua dan tiga mendapat fasilitas yang sedikit lebih baik dari kapal lain. Namun, untuk kelas utama, Titanic sungguh istimewa.


Apa yang didapat para pemegang tiket kelas satu?
Charlotte Drake Cardeza adalah salah satu penumpang kelas utama. Perempuan tersebut berusia 58 tahun saat terdaftar jadi tamu terhormat di Titanic.

Meski tak masuk daftar A+ yang isinya para miliarder lain di Titanic, seperti John Jacob Astor IV dan Benjamin Guggenheim, Cardeza juga punya pundi-pundi harta banyak dari warisan ayahnya yang pemilik pabrik tekstil. Cardeza tidak kesulitan membeli tiket, yang diyakini sebagai yang termahal di kapal tersebut. Harganya US$ 2.560 pada 1912 -- setara US$ 61 ribu atau Rp 803 juta saat ini.

Ia naik Titanic dari Cherbourg bersama Thomas, putranya yang berusia 36 tahun, dan dua pelayan pribadi. Perempuan tersebut juga membawa serta 14 peti barang, 4 koper, dan 2 krat berisi segala perlengkapan.  Rombongan Cardeza menempati suite 3 kamar, yang memiliki 2 ruang tidur, 1 ruang duduk, dua ruang wardrobe, dan sebuah kamar mandi. Para pelayan menempati kabin terpisah.

Suite yang mereka tempati adalah 1 dari dua yang termewah di kapal tersebut. Lainnya ditempati J.P. Morgan, yang mengendalikan perusahaan pemilik Titanic.  Fasilitas paling tak biasa yang dimiliki suite tersebut adalah dek pribadi sepanjang 50 kaki atau 15 meter. Tak hanya berjarak jauh dari penumpang kelas geladak, Cardeza dan putranya juga tak harus berbaur dengan sesama penumpang kelas satu lainnya.

Pada waktu makan, mereka boleh makan di ruang bersantap kelas utama, atau memesan menu a la carte -- dengan tambahan biaya. Setidaknya ada 10 hidangan yang disajikan dalam sekali makan malam.  Menu untuk penumpang kelas satu disesaki pilihan makanan mahal, termasuk masakan daging kelas satu, tiram, salmon, ayam, lembu, itik, dan  burung dara.

Setelah makan malam, Thomas mungkin bergabung dengan pria kaya dan terhormat lainnya di ruang cerutu. Sementara, sang ibu, Charlotte bisa menuju lounge yang didesain ala Istana Versailles, untuk main kartu atau mengobrol.  Jika tak memesan makanan tambahan seperti pate de foie gras atau buah persik dalam jeli Chartreuse, mereka mungkin sibuk merencanakan kunjungan hari berikutnya ke kolam air asin, pemandian Turki, lapangan squash, atau gimnasium yang dilengkapi mesin latihan olahraga tercanggih kala itu.

Entah apakah kekayaannya ikut andil, Charlotte Cardeza, putranya, juga para pelayan mendapat ruang di sekoci pada saat Titanic mulai karam setelah menabrak gunung es -- tak seperti 1.500 orang lainnya yang tewas terjebak dalam kapal atau hipotermia di lautan beku.

Tentu saja, mereka harus meninggalkan hampir semua harta benda yang dibawa ke Titanic. Beberapa bulan kemudian, saat Charlotte Cardeza melayangkan keluhan pada pihak pemilik Titanic, daftar barangnya yang hilang -- di antaranya pakaian, mantel bulu, dan perhiasan -- memenuhi dokumen setebal 16 halaman.  Termasuk dalam daftar adalah uang tunai sebesar US$ 5.500, yang nilainya kini setara US$ 132 ribu atau Rp 1,7 miliar.

Namun, uang tunai tersebut tak ada artinya dibanding nilai total harta bendanya yang binasa, yang mencapai US$ 177 ribu atau setara US$ 4,2 juta pada 2016. Jika dirupiahkan, maka nilainya mencapai Rp 55,3 miliar. Meski kehilangan banyak harta, yang karam bersama Titanic di dasar laut Atlantik, Cardeza tak lantas jatuh miskin. Charlotte dan Thomas tetap hidup bergelimang kemewahan hingga akhir hayat.

Charlotte tutup usia pada 1939, dan putranya pada 1952.  Charlotte Cardeza hanya satu dari sekian penumpang kelas satu di dalam Titanic. Dan tak seperti yang digambarkan dalam film, tak semua orang orang berduit tak punya hati.  Saat sekoci diturunkan, awak kapal memerintahkan, 'perempuan dan anak-anak' jadi prioritas, sebanyak 115 pria dari kelas utama dan 147 pria dari kelas 2 berdiri dan keluar dari sekoci. John Jacob Astor, yang konon orang terkaya di dunia saat itu, mendudukkan istrinya ke sekoci, lalu melambaikan tangan perpisahan pada perempuan yang ia cintai.

Pun dengan Benjamin Guggenheim. Ia menolak naik sekoci. "Tak ada perempuan yang boleh ditinggalkan di atas kapal ini hanya karena Ben Guggenheim seorang yang pengecut," kata dia, seperti dituturkan saksi mata.  Statistik membuktikan hal itu. Dari semua penumpang kelas satu, semua anak selamat, sementara 5 dari 144 perempuan meninggal dunia karena memilih mati bersama suami mereka.

Nahasnya 70 persen pria yang ada di kelas utama masuk daftar korban jiwa dalam tragedi Titanic. Di kelas dua, 80 persen perempuan selamat, namun 90 persen dari para pria tewas. Mereka mempraktikkan prinsip noblesse oblige -- bahwa kekuasaan dan kehormatan mendatangkan tanggung jawab. Mungkin saat ini tak ada orang yang percaya, kaum berduit di Titanic masih memegang teguh hal tersebut. Meski, nyawa mereka jadi taruhannya.
( sumber )

>> Perayaan menyambut musim semi, 2.000 Warga China Makan Mie dari Panci Raksasa

Perayaan menyambut musim semi menjadi hal meriah di banyak bagian dunia, termasuk di Tiongkok. Dikutip dari Shanghaiist.com pada Sabtu (12/3/2016), warga di kabupaten Anyang, Provinsi Henan, pun berkumpul pada Kamis 10 Maret lalu untuk merayakan acara tahunan Festival Longtaitou. Saat itu, sekitar 2.000 warga desa berkumpul bersama dan beramai-ramai menyantap hidangan bakmi yang dimasak dalam panci raksasa di Kuil Bailong.

Festival pertanian tradisional Tiongkok dirayakan setiap tahun pada hari 2 bulan ke 2 menurut kalender Tiongkok, dan menjadi tanda dimulainya musim semi dan musim bertani. Warga yang menghadiri acara percaya bahwa perayaan ini membantu terhindar dari petaka dan mencegah penyakit selama setahun mendatang. Selain menyantap bakmi, warga di seantero negeri juga menyantap kue bulan, menyalakan lentera naga, berdoa untuk nasib baik, dan memangkas rambut anak-anaknya.

Festival Musim Semi ini merupakan yang paling penting bagi warga Tiongkok. Saat festival, anggota keluarga berkumpul seperti perayaan Natal di Barat. Kerabat yang tinggal di tempat jauh biasanya mudik sehingga transportasi menjadi sangat sibuk, bahkan hingga 2 minggu sebelum acara itu. Berbeda dari festival pertanian, laman china.org.cn menyebutkan bahwa festival ini jatuh pada hari ke 1 bulan ke 1 dalam kalender Tiongkok dan kerap jatuh sebulan lebih lambat daripada kalender Gregorian.

Festival Musim Semi dimulai pada masa Wangsa Shang (1600 hingga 1100 SM) ketika warga membawa sesembahan kepada para dewa maupun arwah leluhur. Banyak kebiasaan dalam Festival Musim Semi yang berlanjut hingga sekarang. Pada hari ke 8 bulan ke 12 menurut kalender bulan, keluarga-keluarga memasak bubur laba yang terbuat dari beras ketan, bunga teratai, kacang, longan, gingko, dan sejumlah bahan lain. Pada hari ke 23 bulan ke 12, tibalah Malam Penantian. Saat itu, warga mempersembahkan korban kepada Dewa Dapur. Tapi, saat ini para keluarga memasak hidangan lezat untuk dinikmati sendiri.
( sumber )

>> Uang Miliaran Rupiah Dihabiskan hanya untuk merawat jasad

Makam ini berbentuk mausoleum, atau sebuah ruangan yang bisa dimasuki oleh pengunjung. Letaknya persis di sisi salah satu tembok Istana Kremlin yang menghadap Lapangan Merah. Di dalamnya, dapat terlihat jasad Bapak Komunis Rusia itu yang terbujur kaku dalam kotak kaca bersuhu -20 derajat celcius. Pengunjung hanya boleh melintas, tanpa suara dan tanpa kamera.

Tubuh pemimpin Uni Soviet yang meninggal tahun 1924 itu diawetkan dengan cara dibalsem. Konon, pada hari Lenin meninggal, Pemerintah Uni Soviet menerima 10.000 telegram dari seluruh Rusia, yang meminta supaya tubuh Lenin bisa dilihat generasi mendatang. Akhirnya, mausoleum itu pun dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi Lenin.

Pada Rabu (13/4/2016) kemarin, seperti dilansir BBC, Pemerintah Rusia membeberkan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk merawat jasad Lenin agar tetap terlihat seperti masih hidup. Dalam data di situs lembaga pengadaan negara itu disebut, Pemerintah Rusia harus mengucurkan dana sebesar 200.000 dollar AS, atau sekitar Rp 2,7 miliar di tahun 2016 ini, demi merawat jenazah tersebut. Kini jenazah itu sudah diawetkan selama lebih dari 92 tahun.

Dalam pengumuman itu disebutkan, diperlukan penanganan "biomedical nature", yang akan didanai oleh Pemerintah Federal. Vendor yang akan melakukan penanganan itu pun sudah didapat, namun belum diungkapkan kepada publik. Sejauh ini, sebuah laboratorium yang disebut dengan the Russian Biomedical Technology Research and Training Centre, telah melakukan sejumlah perbaikan terhadap jasad Lenin yang sudah diawetkan selama lebih dari 90 tahun itu.

Sesungguhnya, sejak runtuhnya Uni Soviet banyak seruan yang muncul agar Lenin dikubur sebagaimana layaknya manusia, ketimbang dipajang dalam peti kaca. Sebuah polling online terakhir menyebutkan, 62 persen dari 8.000 warga di Rusia yang memberikan suaranya, merasa Lenin perlu dikuburkan dengan layak. Namun, ide itu hingga saat ini masih diabaikan oleh Kremlin. Polemik tentang mahalnya biaya perawatan jasad Lenin terus berkumandang melalui media sosial di Rusia.

Laman Komsomolskaya Pravda, menyayangkan biaya yang dihamburkan untuk merawat mumi tersebut. Padahal, jika pun Lenin masih hidup, diyakini dia yak akan bahagia diperlakukan sebagai idola. Juga muncul pernyataan sinis yang menyebut, pengikut paham komunis harus melakukan "kloning" jasad pemimpin Bolshevik itu, jika mereka ingin mengembalikan kekuasaannya.

Sementara, ada juga yang berkomentar, jika jasad Lenin dikubur, makan kubur pertama yang harus digali kembali adalah makam mantan Presiden Boris Yeltsin. Di tahun 1991, Boris Yeltsin, pemimpin pertama Rusia pascabubarnya Uni Soviet, mencoba mengakomodasi perdebatan soal dipindahkannya makam Lenin dari Red Square. Namun gagasan tersebut tidak bisa direalisasikan hingga akhir hayatnya, karena kentalnya fanatisme terhadap komunis di negara itu.
( sumber )