Ada beberapa kesalahan yang kadang-kadang tidak disadari pasangan suami istri saat berhubungan intim. Akibatnya bisa mengganggu kesehatan. Hal-hal berikut ini sebaiknya dihindari sebelum melakukan hubungan seksual.
Buang air kecil
Buang air kecil sesudah berhubungan intim dapat membuat semua bakteri penyebab infeksi keluar. Namun jangan lakukan itu sebelum berhubungan seks, karena penyebab utama infeksi saluran kencing adalah kebiasaan 'pipis' sebelum berhubungan seksual. Demikian saran Urolog New York, David Kaufman.
Minum antihistamin (anti alergi)
Antihistamin baik untuk meredakan efek alergi, karena mengeringkan selaput lendir di hidung yang berair, namun obat ini juga mengeringkan organ intim. Tentu, vagina yang kering membuat hubungan seks terasa tidak nyaman. Selain itu, secara umum, antishistamin juga menurunkan libido.
Mabuk-mabukan (kebanyakan alkohol)
Alkohol kadang bisa membantu memicu gairah seksual. Namun minuman beralkohol dalam takaran berlebihan justru mengakibatkan hambatan bagi pria untuk ereksi.
Salah ukuran kondom
Ukuran karet pengaman dalam berhubungan seksual amat penting. Pemilihan ukuran kondom yang pas mengurangi risiko selip dan terlepas disaat sedang melakukan hubungan seksual.
Mencukur rambut di sekitar organ intim
Bebas bulu halus di sekitar area intim mungkin sedang tren, tapi dapat berisiko infeksi akibat luka gesekan saat berhubungan badan. Pakar klinis juga memperingatkan, area intim yang dicukur menjadi salah satu penyebab infeksi herpes, sebab luka kecil pun dapat menularkan virus.
Lupa bersihkan alat permainan seks
Selain tubuh yang bersih, alat permainan seks pun sebaiknya dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Jangan pernah lupa membersihkan sex toy sebelum berhubungan seks, karena dapat menyebabkan infeksi. Untuk melindungi diri, cucilah dulu alat permainan itu dan bersihkan dulu dengan tisu anti bakteri.
Menggunakan pelumas mengandung mentol
Perempuan yang telah menopause mengalami penipisan jaringan vagina. Memakai pelumas yang mengandung mentol bisa menyebabkan iritasi. Khusus untuk perempuan sekitar usia menopause, menurut ginekolog Cheryl Iglesia, sebaiknya gunakan pelumas berbasis air tanpa mentol untuk menghindari ketidaknyamanan.
(sumber)
Membagikan informasi, tips dan cara bermanfaat dari berbagai sumber ahli dan terpercaya.
>> Di Iran, warga yang punya Parabola didenda Rp.30 Juta, ini alasanya
Pemerintah Iran kewalahan memerangi maraknya satelit parabola. Kendati telah dilarang dan dicap sebagai saluran propaganda asing, penduduk tetap mengabaikan aturan tersebut.
Pemerintah Iran akhir Juli 2016 mengundang jurnalis buat menyaksikan pemusnahan 100.000 satelit parabola. Negeri para mullah itu melarang warganya menonton siaran televisi asing. Tapi banyak penduduk yang mengabaikan larangan tersebut. Sebab itu aparat pemerintah melakukan razia secara rutin
Pemerintah sengaja melibatkan wartawan dari media-media pelat merah buat melaporkan proses pemusnahan parabola. Untuk itu pemerintah terkadang menggunakan kendaraan lapis baja untuk menciptakan efek bombastis
Jendral Mohammed Reza Nagdi, Kepala Milisi Basij, mewanti-wanti dalam sebuah acara pemusnahan di Teheran terhadap "pengaruh busuk" stasiun televisi asing yang bisa merusak "budaya dan moral masyarakat." Menurutnya siaran luar negeri bertanggungjawab atas "meningkatnya perceraian, penyalahgunaan narkoba dan buruknya situasi keamanan" di Iran.
Tapi peringatan itu sering diabaikan sebagian penduduk Iran. Piringan parbola bisa ditemukan di hampir setiap atap rumah di Teheran. Padahal siapapun yang kedapatan menggunakan parabola, menjual atau memperbaiki, bisa mendapat hukuman denda hingga 30 juta Rupiah.
Namun begitu larangan menggunakan parbola hingga kini masih memicu pro dan kontra di Iran. Presiden Hassan Rohani misalnya menilai aturan tersebut tidak diperlukan dan kontra produktif. Meski begitu setiap penduduk yang memiliki parabola setiap saat harus siap didatangi aparat kepolisian
Sebagian penduduk menanggapi aksi razia kepolisian dengan ironi. Seorang pengguna Twitter misalnya menulis "parabola atau apapun juga cuma alasan. Mereka cuma mencari alasan untuk menyerbu rumah kita. Itu adalah permainan kesukaan mereka."
Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati, pekan lalu mendesak parlemen untuk mencabut larangan tersebut, karena menurutnya "70 persen penduduk Iran" menggunakan satelit parabola. Ia berdalih banyak warga yang cuma ingin menonton siaran televisi berbahasa Farsi yang diproduksi di luar negeri.
Seringkali aparat menggambar bendera Israel, Inggris atau Amerika Serikat pada piringan satelit yang akan dimusnahkan. Menurut pemerintah kedua negara merupakan sumber terbesar siaran televisi yang bisa merusak budaya dan nilai Islam.
Tapi upaya pemerintah memerangi piringan satelit terbentur realita. Pasalnya penduduk bisa membeli piringan bekas dengan murah dan mudah. "Kitab berbicara tentang Undang-undang yang oleh hampir semua pihak diabaikan," tulis seorang pengguna Twitter asal Iran.
(sumber)
Pemerintah Iran akhir Juli 2016 mengundang jurnalis buat menyaksikan pemusnahan 100.000 satelit parabola. Negeri para mullah itu melarang warganya menonton siaran televisi asing. Tapi banyak penduduk yang mengabaikan larangan tersebut. Sebab itu aparat pemerintah melakukan razia secara rutin
Pemerintah sengaja melibatkan wartawan dari media-media pelat merah buat melaporkan proses pemusnahan parabola. Untuk itu pemerintah terkadang menggunakan kendaraan lapis baja untuk menciptakan efek bombastis
Jendral Mohammed Reza Nagdi, Kepala Milisi Basij, mewanti-wanti dalam sebuah acara pemusnahan di Teheran terhadap "pengaruh busuk" stasiun televisi asing yang bisa merusak "budaya dan moral masyarakat." Menurutnya siaran luar negeri bertanggungjawab atas "meningkatnya perceraian, penyalahgunaan narkoba dan buruknya situasi keamanan" di Iran.
Tapi peringatan itu sering diabaikan sebagian penduduk Iran. Piringan parbola bisa ditemukan di hampir setiap atap rumah di Teheran. Padahal siapapun yang kedapatan menggunakan parabola, menjual atau memperbaiki, bisa mendapat hukuman denda hingga 30 juta Rupiah.
Namun begitu larangan menggunakan parbola hingga kini masih memicu pro dan kontra di Iran. Presiden Hassan Rohani misalnya menilai aturan tersebut tidak diperlukan dan kontra produktif. Meski begitu setiap penduduk yang memiliki parabola setiap saat harus siap didatangi aparat kepolisian
Sebagian penduduk menanggapi aksi razia kepolisian dengan ironi. Seorang pengguna Twitter misalnya menulis "parabola atau apapun juga cuma alasan. Mereka cuma mencari alasan untuk menyerbu rumah kita. Itu adalah permainan kesukaan mereka."
Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati, pekan lalu mendesak parlemen untuk mencabut larangan tersebut, karena menurutnya "70 persen penduduk Iran" menggunakan satelit parabola. Ia berdalih banyak warga yang cuma ingin menonton siaran televisi berbahasa Farsi yang diproduksi di luar negeri.
Seringkali aparat menggambar bendera Israel, Inggris atau Amerika Serikat pada piringan satelit yang akan dimusnahkan. Menurut pemerintah kedua negara merupakan sumber terbesar siaran televisi yang bisa merusak budaya dan nilai Islam.
Tapi upaya pemerintah memerangi piringan satelit terbentur realita. Pasalnya penduduk bisa membeli piringan bekas dengan murah dan mudah. "Kitab berbicara tentang Undang-undang yang oleh hampir semua pihak diabaikan," tulis seorang pengguna Twitter asal Iran.
(sumber)
>> 7 Tips agar Bayi lahir memiliki kulit sehat dan cerah
Janin dalam kandungan merupakan awal dari pembentukan fisik. Apa yang dikonsumsi sang ibu merupakan bahan untuk membantu pembentukan dari fisik si bayi secara optimal. Tidak menutup kemungkinan setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik bagi si janin, salah satunya berkulit cerah. Sebenarnya, warna kulit tergantung gen. Tetapi untuk membantu si kecil memiliki kulit yang cerah dan bersih, ini tipsnya.
1. Minum air putih
Konsumsi air mineral secara rutin dan sesuai kebutuhan akan membantu bayi dapat berkulit cerah. Kekurangan air putih pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang dan pembentukan optimal janin. Ibu yang dapat memenuhi kebutuhan air putih dengan baik tentu mendapatkan beberapa manfaat bagi diri sendiri dan juga janin terutama kecerahan dan kesegaran kulit.
2. Kacang hijau
Kacang hijau sangat mudah diolah, seperti bubur kacang hijau atau diambil sari kacang hijaunya jika tidak terbiasa dengan rasa kacang hijau yang cukup khas. Kacang hijau memiliki kandungan protein tinggi yang membantu menutrisi kulit ibu dan terutama janin yang sedang dikandung oleh sang ibu, yang akan membentuk warna dan tekstur kulit yang cerah dan bersih.
3. Sari kedelai
Kandungan sari kedelai juga mempunyai manfaat yang hampir sama dengan kacang hijau. Sari kedelai mampu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Selain diambil sarinya hasil fermentasi, kedelai juga memiliki kandungan lebih baik daripada sarinya yaitu tempe sebagai lauk pada saat makan.
4. Air kelapa muda
Air kelapa muda dipercaya dapat menetralisir racun di dalam tubuh. Terbukti bahwa air kelapa muda akan membersihkan air ketuban yang menyelimuti tubuh janin, dan ini berpengaruh pada kulit bayi nantinya.
5. Sayuran hijau
Warna hijau sayuran hijau menandakan banyaknya kandungan vitamin dan nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Selain akan mendapatkan tubuh yang selalu terlihat segar juga akan ikut menutrisi kulit ibu dan janin.
6. Hindari konsumsi lemak dan kulit
Kandungan lemak yang membawa kolesterol membuat kulit bayi berbintik dan berwarna kusam. Karena itu, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung lemak kolesterol. Konsumsi daging boleh saja asal tidak berlebihan, karena kandungan nutrisinya juga penting bagi tubuh ibu dan janin.
7. Madu
Madu mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama bagi ibu hamil. Manfaatnya antara lain menguatkan janin dan kondisi tubuh, mencerahkan kulit tubuh dan wajah, mengoptimalkan tumbuh kembang janin serta menutrisi organ-organ dalam tubuh, dan lainnya. Disarankan ibu hamil mengonsumsi madu secara rutin satu sendok makan per hari.
(sumber)
1. Minum air putih
Konsumsi air mineral secara rutin dan sesuai kebutuhan akan membantu bayi dapat berkulit cerah. Kekurangan air putih pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang dan pembentukan optimal janin. Ibu yang dapat memenuhi kebutuhan air putih dengan baik tentu mendapatkan beberapa manfaat bagi diri sendiri dan juga janin terutama kecerahan dan kesegaran kulit.
2. Kacang hijau
Kacang hijau sangat mudah diolah, seperti bubur kacang hijau atau diambil sari kacang hijaunya jika tidak terbiasa dengan rasa kacang hijau yang cukup khas. Kacang hijau memiliki kandungan protein tinggi yang membantu menutrisi kulit ibu dan terutama janin yang sedang dikandung oleh sang ibu, yang akan membentuk warna dan tekstur kulit yang cerah dan bersih.
3. Sari kedelai
Kandungan sari kedelai juga mempunyai manfaat yang hampir sama dengan kacang hijau. Sari kedelai mampu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Selain diambil sarinya hasil fermentasi, kedelai juga memiliki kandungan lebih baik daripada sarinya yaitu tempe sebagai lauk pada saat makan.
4. Air kelapa muda
Air kelapa muda dipercaya dapat menetralisir racun di dalam tubuh. Terbukti bahwa air kelapa muda akan membersihkan air ketuban yang menyelimuti tubuh janin, dan ini berpengaruh pada kulit bayi nantinya.
5. Sayuran hijau
Warna hijau sayuran hijau menandakan banyaknya kandungan vitamin dan nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Selain akan mendapatkan tubuh yang selalu terlihat segar juga akan ikut menutrisi kulit ibu dan janin.
6. Hindari konsumsi lemak dan kulit
Kandungan lemak yang membawa kolesterol membuat kulit bayi berbintik dan berwarna kusam. Karena itu, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung lemak kolesterol. Konsumsi daging boleh saja asal tidak berlebihan, karena kandungan nutrisinya juga penting bagi tubuh ibu dan janin.
7. Madu
Madu mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama bagi ibu hamil. Manfaatnya antara lain menguatkan janin dan kondisi tubuh, mencerahkan kulit tubuh dan wajah, mengoptimalkan tumbuh kembang janin serta menutrisi organ-organ dalam tubuh, dan lainnya. Disarankan ibu hamil mengonsumsi madu secara rutin satu sendok makan per hari.
(sumber)
>> Inilah posisi Transmisi yang benar saat berhenti di Lampu merah
Resiko kecelakaan cukup besar dihadapi para pengemudi mobil di jalan raya. Tidak terkecuali saat berada di kondisi diam akibat berhenti di lampu merah.
“Mobil yang berada di tengah waktu berhenti di lampu merah tidak lepas dari potensi kecelakaan. Terutama bila pengemudi mobil menyepelekan waktu berhenti di lampu merah dan tidak memperhatikan lingkungan sekeliling kendaraan,” ucap Sony Susmana, Senior Trainer SDCI.
Salah satunya adalah mobil dengan transmisi otomatis. Pengemudi dengan transmisi otomatis kerap kali berhenti di lampu merah dan memposisikan tuas transmisi ke posisi P (Parking) atau N (Netral) lalu mengaktifkan rem tangan.
Bahkan yang lebih gawat, banyak pengendara yang tetap pada posisi tuas di D (Drive), lalu menginjak pedal rem. Kondisi ini kemudian digunakan pengemudi untuk melakukan kegiatan lain seperti berkirim pesan atau sibuk melihat gadget. Selama beberapa saat pengemudi terlena dan menjadi tidak waspada dengan kondisi sekitar.
Untuk itu, bagi mobil bertransmisi otomatis saat berhenti di lampu merah, pindah tuas transmisi ke N. Lalu jangan menggunakan rem parkir, tapi injak pedal rem untuk memastikan kendaraan diam di tempat.
“Dengan menekan pedal rem kaki membuat pengemudi tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan lain selain mengemudi. Pengemudi berkonsentrasi terhadap sekeliling kendaraan. Menekan pedal rem juga membuat lampu kendaraan di belakang menyala sehingga membuat waspada pengemudi lain di belakang kendaraan,” ucap Sony.
Dari segi teknis, saat berhenti di lampu merah dan menggunakan transmisi P malah akan membebani kerja girbok dan mesin. Transmisi P hanya digunakan saat kendaraan akan berhenti lalu mesin mati. Apalagi bila posisi transmisi tetap di D, kerja girbok dan mesin semakin berat.
Pengemudi disarankan untuk menggunakan N saat berhenti di lampu merah. Ini karena antara mesin dan girbok tidak saling terhubung sehingga tidak membuat transmisi cepat rusak.
(sumber)
“Mobil yang berada di tengah waktu berhenti di lampu merah tidak lepas dari potensi kecelakaan. Terutama bila pengemudi mobil menyepelekan waktu berhenti di lampu merah dan tidak memperhatikan lingkungan sekeliling kendaraan,” ucap Sony Susmana, Senior Trainer SDCI.
Salah satunya adalah mobil dengan transmisi otomatis. Pengemudi dengan transmisi otomatis kerap kali berhenti di lampu merah dan memposisikan tuas transmisi ke posisi P (Parking) atau N (Netral) lalu mengaktifkan rem tangan.
Bahkan yang lebih gawat, banyak pengendara yang tetap pada posisi tuas di D (Drive), lalu menginjak pedal rem. Kondisi ini kemudian digunakan pengemudi untuk melakukan kegiatan lain seperti berkirim pesan atau sibuk melihat gadget. Selama beberapa saat pengemudi terlena dan menjadi tidak waspada dengan kondisi sekitar.
Untuk itu, bagi mobil bertransmisi otomatis saat berhenti di lampu merah, pindah tuas transmisi ke N. Lalu jangan menggunakan rem parkir, tapi injak pedal rem untuk memastikan kendaraan diam di tempat.
“Dengan menekan pedal rem kaki membuat pengemudi tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan lain selain mengemudi. Pengemudi berkonsentrasi terhadap sekeliling kendaraan. Menekan pedal rem juga membuat lampu kendaraan di belakang menyala sehingga membuat waspada pengemudi lain di belakang kendaraan,” ucap Sony.
Dari segi teknis, saat berhenti di lampu merah dan menggunakan transmisi P malah akan membebani kerja girbok dan mesin. Transmisi P hanya digunakan saat kendaraan akan berhenti lalu mesin mati. Apalagi bila posisi transmisi tetap di D, kerja girbok dan mesin semakin berat.
Pengemudi disarankan untuk menggunakan N saat berhenti di lampu merah. Ini karena antara mesin dan girbok tidak saling terhubung sehingga tidak membuat transmisi cepat rusak.
(sumber)
>> 9 Rahasia bagaimana Orang sukses pandai dalam mengontrol emosi
Kemampuan mengontrol emosi & tenang di bawah tekanan mempengaruhi kinerja seseorang. Riset TalentSmart menunjukkan 90% orang yang sukses dalam bisnis & karir, trampil mengelola emosi pada saat stres. Ini kunci suksesnya
Hargai dan syukuri apa dimiliki
Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri meningkatkan suasana hati, karena mengurangi hormon stres kortisol hingga 23%. Penelitian di University of California menemukan bahwa orang yang banyak bersyukur mengalami perbaikan suasana hati, energi, dan kondisi fisik.
Hindari pertanyaan "Bagaimana Jika?"
Mempertanyakan berbagai hal dengan kalimat "Bagaimana jika?" hanya menimbulkan stres dan khawatir. Lebih banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk cemas, maka semakin sedikit pula waktu untuk fokus dalam mengambil tindakan yang menenangkan. Orang yang tenang mengetahui bahwa pertanyaan "bagaimana jika? hanya akan membawa mereka ke arah yang tidak mereka inginkan.
Selalu berpikir positif
Setiap pikiran positif akan lakukan untuk memfokuskan kembali perhatian Anda. Ketika semuanya berjalan lancar, dan suasana hati Anda baik, berbagai hal bisa dikerjakan dengan lebih mudah. Ketika pikiran Anda dibanjiri dengan pikiran negatif, segera alihkan dengan memikirkan hal-lain lain yang positif yang terjadi pada Anda, tidak peduli seberapa kecilpun itu.
Lepaskan diri dari komunikasi dan informasi
Teknologi memungkinkan komunikasi terus-menerus dan berharap Anda siaga setiap saat. Bekerja setiap hari juga menimbulkan stres yang seolah tiada henti. Sekali waktu, coba putuskan hubungan telfon dan internet. Istirahatkan tubuh dan pikiran dari sumber stres. Penelitian menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti melepaskan diri dari kontak email dapat menurunkan tingkat stres.
Batasi asupan kafein
Minum kopi mengandung kafein memicu pelepasan adrenalin. Kafein membuat orang terjaga, mengrangi stres dan siap melakukan banyak hal. Namun kadang-kadang mungkin Anda tak butuh kafein sebanyak itu. Perbanyak minum air putih ketimbang kopi.
Tidur cukup
Tidur amat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional & mengelola tingkat stres Anda. Ketika tidur, otak Anda mengisi kembali energi, menyortir memori atas apa yang terjadi hari ini, sehingga ketika Anda bangun, pikiran manjadi lebih waspada dan jernih. Pengendalian diri dan memori berkurang ketika Anda tidak mendapatkan cukup tidur. Kurang tidur meningkatkan kadar hormon stres sendiri.
Membingkai ulang cara pandang
Stres dan khawatir didorong oleh persepsi miring kita sendiri atas suatu peristiwa. Tenggat waktu yang tidak realistis, bos tak kenal ampun, dan kemacetan lalu lintas adalah contoh penyebab stres. Anda tidak bisa mengontrol keadaaanya tapi dapat mengontrol diri dalam merespon situasi itu. Cerna masalahnya, bingkai ulang cara pikirmu. Bisa jadi masalahnya tak sengeri yang dibayangkan.
Mengatur nafas
Cara termudah melepas stres yang bisa dilakukan tiap hari: mengatur nafas. Pernapasan melatih otak untuk hanya fokus pada tugas yang harus dilakukan dan mengurangi stres. Ketika Anda merasa stres, tutup pintu, singkirkan semua gangguan, duduk dan mengatur nafas. Cegah pikiran Anda berkeliaran. Ambil nafas dalam dan keluarkan. Lakukan hingga dua puluh kali. Masih belum tenang? Ulangi lagi.
Berdayakan dukungan di sekitarmu
Kenali kelemahan Anda. Minta bantuan ketika Anda membutuhkan untuk mengatasi kelemahan ini. Andalkan orang-orang yang siap membantu dalam kondisi sulit. Meminta bantuan akan mengurangi stres dan memperkuat hubungan Anda dengan orang-orang yang bisa Anda andalkan. Demikian catatan penelitian yang dirangkum oleh Dr Travis Bradberry, pendiri TalentSmart, pengelola lembaga riset kecerdasan emosional.
(sumber)
Hargai dan syukuri apa dimiliki
Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri meningkatkan suasana hati, karena mengurangi hormon stres kortisol hingga 23%. Penelitian di University of California menemukan bahwa orang yang banyak bersyukur mengalami perbaikan suasana hati, energi, dan kondisi fisik.
Hindari pertanyaan "Bagaimana Jika?"
Mempertanyakan berbagai hal dengan kalimat "Bagaimana jika?" hanya menimbulkan stres dan khawatir. Lebih banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk cemas, maka semakin sedikit pula waktu untuk fokus dalam mengambil tindakan yang menenangkan. Orang yang tenang mengetahui bahwa pertanyaan "bagaimana jika? hanya akan membawa mereka ke arah yang tidak mereka inginkan.
Selalu berpikir positif
Setiap pikiran positif akan lakukan untuk memfokuskan kembali perhatian Anda. Ketika semuanya berjalan lancar, dan suasana hati Anda baik, berbagai hal bisa dikerjakan dengan lebih mudah. Ketika pikiran Anda dibanjiri dengan pikiran negatif, segera alihkan dengan memikirkan hal-lain lain yang positif yang terjadi pada Anda, tidak peduli seberapa kecilpun itu.
Lepaskan diri dari komunikasi dan informasi
Teknologi memungkinkan komunikasi terus-menerus dan berharap Anda siaga setiap saat. Bekerja setiap hari juga menimbulkan stres yang seolah tiada henti. Sekali waktu, coba putuskan hubungan telfon dan internet. Istirahatkan tubuh dan pikiran dari sumber stres. Penelitian menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti melepaskan diri dari kontak email dapat menurunkan tingkat stres.
Batasi asupan kafein
Minum kopi mengandung kafein memicu pelepasan adrenalin. Kafein membuat orang terjaga, mengrangi stres dan siap melakukan banyak hal. Namun kadang-kadang mungkin Anda tak butuh kafein sebanyak itu. Perbanyak minum air putih ketimbang kopi.
Tidur cukup
Tidur amat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional & mengelola tingkat stres Anda. Ketika tidur, otak Anda mengisi kembali energi, menyortir memori atas apa yang terjadi hari ini, sehingga ketika Anda bangun, pikiran manjadi lebih waspada dan jernih. Pengendalian diri dan memori berkurang ketika Anda tidak mendapatkan cukup tidur. Kurang tidur meningkatkan kadar hormon stres sendiri.
Membingkai ulang cara pandang
Stres dan khawatir didorong oleh persepsi miring kita sendiri atas suatu peristiwa. Tenggat waktu yang tidak realistis, bos tak kenal ampun, dan kemacetan lalu lintas adalah contoh penyebab stres. Anda tidak bisa mengontrol keadaaanya tapi dapat mengontrol diri dalam merespon situasi itu. Cerna masalahnya, bingkai ulang cara pikirmu. Bisa jadi masalahnya tak sengeri yang dibayangkan.
Mengatur nafas
Cara termudah melepas stres yang bisa dilakukan tiap hari: mengatur nafas. Pernapasan melatih otak untuk hanya fokus pada tugas yang harus dilakukan dan mengurangi stres. Ketika Anda merasa stres, tutup pintu, singkirkan semua gangguan, duduk dan mengatur nafas. Cegah pikiran Anda berkeliaran. Ambil nafas dalam dan keluarkan. Lakukan hingga dua puluh kali. Masih belum tenang? Ulangi lagi.
Berdayakan dukungan di sekitarmu
Kenali kelemahan Anda. Minta bantuan ketika Anda membutuhkan untuk mengatasi kelemahan ini. Andalkan orang-orang yang siap membantu dalam kondisi sulit. Meminta bantuan akan mengurangi stres dan memperkuat hubungan Anda dengan orang-orang yang bisa Anda andalkan. Demikian catatan penelitian yang dirangkum oleh Dr Travis Bradberry, pendiri TalentSmart, pengelola lembaga riset kecerdasan emosional.
(sumber)
>> 7 Rahasia dibalik Anak yang sukses
Tidak ada resep ampuh mendidik anak yang menjamin anak pasti sukses. Tapi sejumlah penelitian psikologis bisa menjadi petunjuk faktor baik yang bisa jadi kunci kesuksesan.
Orang Tua Latih Anak Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga
Kebiasaan ini penting, kata Julie Lythcott-Haims, penulis buku How to Raise an Adult. "Dengan demikian anak tahu bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan tiap orang harus menyumbangkan tenaga untuk kepentingan bersama," kata Lythcott-Haims.
Orang Tua Mengajar Kepandaian Bersosialisasi
Riset 20 tahun yang dilakukan Pennsylvania State University and Duke University menunjukkan, anak yang kompeten secara sosial, yang bisa bekerjasama dengan teman, bersedia menolong, mengerti perasaan orang dan menyelesaikan sendiri masalah mereka, kemungkinan besar dapat gelar sarjana dan bekerja penuh dalam usia 25 tahun. Sebaliknya, anak yang tidak punya kompetensi sosial sering gagal.
Anak-Anak Belajar Matematika Sejak Dini
Riset Northwestern University atas 35.000 anak menunjukkan, kemampuan matematika yang berkembang sejak dini bisa jadi keuntungan besar. Greg Duncan yang ikut dalam penelitian mengungkap, kemampuan matematika di usia dini bisa jadi petunjuk kemampuan matematika di masa depan dan kemampuan membaca.
Ibu Bekerja
Anak perempuan dari ibu yang bekerja menimba pendidikan lebih lama, dan cenderung dapat pekerjaan berstatus dan bergaji lebih tinggi. Jumlahnya 23% lebih banyak daripada anak dari ibu yang tidak bekerja. Anak laki-laki dari ibu yang bekerja lebih sering lakukan pekerjaan rumah tangga. Syaratnya: ibu tidak boleh stress karena beban pekerjaan rumah tangga dan sekaligus mencari nafkah.
Hubungan Keluarga Yang Harmonis
Anak-anak dari keluarga konflik, baik orang tua yang bercerai atau tidak, biasanya kurang sukses, dibanding anak-anak dari orang tua yang rukun. Demikian hasil penelitian University of Illinois. Para orang tuaj disarankan memberi perhatian besar kepada anak, tidak peduli kemampuan finansial mereka, dan menjalin hubungan baik dengan anak. Demikian hasil riset psikolog Lee Raby.
Orang Tua Punya Harapan Tinggi Bagi Anak
Harapan orang tua yang tinggi bagi masa depan anak punya pengaruh besar atas keberhasilan anak. Demikian hasil penelitian Prof. Neal Halfon atas 6.600 anak yang lain 2001. Orang tua yang berharap anaknya berkuliah akan mengarahkan anaknya ke sana, tidak peduli kemampuan keuangan mereka.
Orang Tua Menghargai Upaya Anak untuk Berhasil
Orang tua yang percaya bahwa kehendak dan cita-cita bisa memperbaiki kemampuan anak, akan mendorong keberhasilan anak. Jika anak diajar bahwa mereka berhasil karena intelegensianya belaka, itu akan menghasilkan cara berpikir yang tak berkembang. Berbeda halnya jika anak dididik untuk berupaya agar sukses. Demikian Carol Dweck dari Stanford University.
(sumber)
Orang Tua Latih Anak Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga
Kebiasaan ini penting, kata Julie Lythcott-Haims, penulis buku How to Raise an Adult. "Dengan demikian anak tahu bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan tiap orang harus menyumbangkan tenaga untuk kepentingan bersama," kata Lythcott-Haims.
Orang Tua Mengajar Kepandaian Bersosialisasi
Riset 20 tahun yang dilakukan Pennsylvania State University and Duke University menunjukkan, anak yang kompeten secara sosial, yang bisa bekerjasama dengan teman, bersedia menolong, mengerti perasaan orang dan menyelesaikan sendiri masalah mereka, kemungkinan besar dapat gelar sarjana dan bekerja penuh dalam usia 25 tahun. Sebaliknya, anak yang tidak punya kompetensi sosial sering gagal.
Anak-Anak Belajar Matematika Sejak Dini
Riset Northwestern University atas 35.000 anak menunjukkan, kemampuan matematika yang berkembang sejak dini bisa jadi keuntungan besar. Greg Duncan yang ikut dalam penelitian mengungkap, kemampuan matematika di usia dini bisa jadi petunjuk kemampuan matematika di masa depan dan kemampuan membaca.
Ibu Bekerja
Anak perempuan dari ibu yang bekerja menimba pendidikan lebih lama, dan cenderung dapat pekerjaan berstatus dan bergaji lebih tinggi. Jumlahnya 23% lebih banyak daripada anak dari ibu yang tidak bekerja. Anak laki-laki dari ibu yang bekerja lebih sering lakukan pekerjaan rumah tangga. Syaratnya: ibu tidak boleh stress karena beban pekerjaan rumah tangga dan sekaligus mencari nafkah.
Hubungan Keluarga Yang Harmonis
Anak-anak dari keluarga konflik, baik orang tua yang bercerai atau tidak, biasanya kurang sukses, dibanding anak-anak dari orang tua yang rukun. Demikian hasil penelitian University of Illinois. Para orang tuaj disarankan memberi perhatian besar kepada anak, tidak peduli kemampuan finansial mereka, dan menjalin hubungan baik dengan anak. Demikian hasil riset psikolog Lee Raby.
Orang Tua Punya Harapan Tinggi Bagi Anak
Harapan orang tua yang tinggi bagi masa depan anak punya pengaruh besar atas keberhasilan anak. Demikian hasil penelitian Prof. Neal Halfon atas 6.600 anak yang lain 2001. Orang tua yang berharap anaknya berkuliah akan mengarahkan anaknya ke sana, tidak peduli kemampuan keuangan mereka.
Orang Tua Menghargai Upaya Anak untuk Berhasil
Orang tua yang percaya bahwa kehendak dan cita-cita bisa memperbaiki kemampuan anak, akan mendorong keberhasilan anak. Jika anak diajar bahwa mereka berhasil karena intelegensianya belaka, itu akan menghasilkan cara berpikir yang tak berkembang. Berbeda halnya jika anak dididik untuk berupaya agar sukses. Demikian Carol Dweck dari Stanford University.
(sumber)
>> 7 Tips berhemat dan menjadi kaya
Kebiasaan bisa jadi pendukung atau penghancur. Kebiasaan yang baik bisa membuat kita hebat dalam berbagai hal, terutama soal uang. Di samping itu tentu ada juga langkah-langkah yang bisa diambil.
Menabung Uang
Saran yang biasa diberikan adalah menambung 10% dari pemasukan. Tapi Melinda Emerson penulis buku "Become Your Own Boss in 12 Months" mengatakan, ia menabung sampai sekitar 20%. Ia juga menyisihkan uang cadangan, jika bisnisnya mandeg dan klien tidak membayar tagihan. “Jadi saya tidak pernah bangkrut,” demikian tandas Emerson.
Memanfaatkan Diskon dan Voucher
Ini salah satu cara mengurangi biaya hidup. Anda mungkin pernah dapat tawaran voucher? Voucher biasanya bisa digunakan untuk belanja lebih murah. Atau untuk hal lain, misalnya: parkir gratis. Diskon dan voucher bisa jadi cara menghemat yang bagus, asal diperhitungkan dengan baik. Alternatif lain: belanja dalam jumlah besar biasanya menurunkan harga satuan barang. Foto: 'reduziert' artinya diskon.
Mengurangi Biaya Harian
Salah satu cara mengurangi pengeluaran adalah mengurangi biaya pemakaian listrik dan energi lain untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bisa dilakukan dengan mematikan lampu jika tidak dipakai, atau memakai bohlam hemat energi. Mengambil langkah ini berarti penghematan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Menanam Modal
Anda bisa tanam uang di perusahaan. Untuk itu tidak perlu tanam modal di perusahaan besar. Investasi juga bisa dilakukan di perusahaan kecil, misalnya jika teman atau kerabat punya usaha kecil. Cara lain adalah membeli properti. Kunci dari semua langkah ini adalah menghimpun informasi dan memperhitungkan dengan baik. Perhitungan sebaiknya juga harus dilakukan dalam pembelian hal-hal kecil.
Menetapkan Pengeluaran dan Terus Pantau
Menetapkan sistem pembayaran tertentu. Ini membantu untuk mengatur keuangan per bulan dan memantau pengeluaran. Misalnya membayar listrik selalu pada tanggal tertentu, juga menabung pada tanggal tertentu. Ini cara yang praktis, tetapi tidak boleh dilupakan. Harus terus dipantau, agar selalu punya gambaran tentang keuangan Anda.
Menapak Karir Lebih Tinggi
Orang yang sukses biasanya menimba pendidikan lebih tinggi daripada sekolah menengah atas. Ketika membangun karir pertama kali, seorang pemberi pekerjaan tidak punya pegangan apapun untuk mempekerjakan Anda, selain ijazah dan nilai akhir. Jika orang punya pendidikan tinggi. Itu menolong Anda untuk mendapat posisi lebih tinggi dan biasanya juga mendapat gaji lebih besar.
Memberi, Bukan Meraup Uang
Milyarder John Templeton mengungkap, orang harus dididik untuk memberi, bukan menerima. David Bach penulis 'best seller' bidang finansial dari New York Times sudah mencoba sistem ini dan berhasil. Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak kembali kepada Anda, itu motonya. Jacki Zehner dari Goldman Sachs berpendapat sama. Zehner mengatakan tidak hanya "mendonorkan" uang, melainkan juga waktunya.
(sumber)
Menabung Uang
Saran yang biasa diberikan adalah menambung 10% dari pemasukan. Tapi Melinda Emerson penulis buku "Become Your Own Boss in 12 Months" mengatakan, ia menabung sampai sekitar 20%. Ia juga menyisihkan uang cadangan, jika bisnisnya mandeg dan klien tidak membayar tagihan. “Jadi saya tidak pernah bangkrut,” demikian tandas Emerson.
Memanfaatkan Diskon dan Voucher
Ini salah satu cara mengurangi biaya hidup. Anda mungkin pernah dapat tawaran voucher? Voucher biasanya bisa digunakan untuk belanja lebih murah. Atau untuk hal lain, misalnya: parkir gratis. Diskon dan voucher bisa jadi cara menghemat yang bagus, asal diperhitungkan dengan baik. Alternatif lain: belanja dalam jumlah besar biasanya menurunkan harga satuan barang. Foto: 'reduziert' artinya diskon.
Mengurangi Biaya Harian
Salah satu cara mengurangi pengeluaran adalah mengurangi biaya pemakaian listrik dan energi lain untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bisa dilakukan dengan mematikan lampu jika tidak dipakai, atau memakai bohlam hemat energi. Mengambil langkah ini berarti penghematan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Menanam Modal
Anda bisa tanam uang di perusahaan. Untuk itu tidak perlu tanam modal di perusahaan besar. Investasi juga bisa dilakukan di perusahaan kecil, misalnya jika teman atau kerabat punya usaha kecil. Cara lain adalah membeli properti. Kunci dari semua langkah ini adalah menghimpun informasi dan memperhitungkan dengan baik. Perhitungan sebaiknya juga harus dilakukan dalam pembelian hal-hal kecil.
Menetapkan Pengeluaran dan Terus Pantau
Menetapkan sistem pembayaran tertentu. Ini membantu untuk mengatur keuangan per bulan dan memantau pengeluaran. Misalnya membayar listrik selalu pada tanggal tertentu, juga menabung pada tanggal tertentu. Ini cara yang praktis, tetapi tidak boleh dilupakan. Harus terus dipantau, agar selalu punya gambaran tentang keuangan Anda.
Menapak Karir Lebih Tinggi
Orang yang sukses biasanya menimba pendidikan lebih tinggi daripada sekolah menengah atas. Ketika membangun karir pertama kali, seorang pemberi pekerjaan tidak punya pegangan apapun untuk mempekerjakan Anda, selain ijazah dan nilai akhir. Jika orang punya pendidikan tinggi. Itu menolong Anda untuk mendapat posisi lebih tinggi dan biasanya juga mendapat gaji lebih besar.
Memberi, Bukan Meraup Uang
Milyarder John Templeton mengungkap, orang harus dididik untuk memberi, bukan menerima. David Bach penulis 'best seller' bidang finansial dari New York Times sudah mencoba sistem ini dan berhasil. Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak kembali kepada Anda, itu motonya. Jacki Zehner dari Goldman Sachs berpendapat sama. Zehner mengatakan tidak hanya "mendonorkan" uang, melainkan juga waktunya.
(sumber)
Subscribe to:
Posts (Atom)









