>> Inilah manfaat sehat sarapan pagi sebelum jam 9

Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Prof. DR. Ir. Hardinsyah, MS, menjelaskan pentingnya sarapan sehat sebelum jam 9, khususnya pada anak.

Kata dia, gizi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, ukuran tubuh dan aktifitasnya.

"Pemenuhan didapatkan dari mana saja seperti halnya yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh tubuh kita akan membantu memenuhi kebutuhan gizi dan memberikan energi untuk semangat belajar dan beraktifitas sepanjang hari," katanya.

Mengingat pentingnya hal itu, Energen pun terus menggalakkan kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9. Kali ini, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2016, mereka pun melakukan kegiatan itu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Hadir dalam acara itu 1000 anak TK dan SD. Kegiatan ini diisi dengan sarapan sehat bersama, pawai jalan sehat anak, berbagai lomba keterampilan mewarnai, tari, dan edukasi ajakan untuk terus membiasakan sarapan sehat sebelum jam 9. Acara ini bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Sarapan sehat merupakan hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pada saat bangun pagi, gula darah mengalami penurunan dan membuat anak menjadi lemas serta tidak bersemangat melakukan aktivitas. Namun, kebiasaan sarapan sehat ini belum menjadi perhatian utama bagi orang tua di karenakan keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan mengenai kriteria sarapan sehat yang ideal dan kapan sebaiknya melakukan sarapan.

"Kebutuhan gizi tersebut harus dipenuhi sedikitnya seperempat dari kebutuhan harian tubuh pada saat sarapan, dengan kata lain porsi sarapan ideal adalah seperempat atau 25 persen dari kebutuhan asupan makanan sehari. Tidak hanya dilihat dari gizinya, tetapi sarapan sehat di waktu yang tepat juga penting untuk diperhatikan. Idealnya sarapan sehat dilakukan sebelum jam 9 pagi. Tidak hanya bertujuan untuk mencegah lapar tetapi juga untuk pemenuhan gizi seimbang saat sarapan dibutuhkan anak untuk belajar, bermain, berkreasi dan berolahraga. Maka dari itu, sarapan sehat yang baik dilakukan pagi hari sebelum pukul 9," ujar Hardinsyah.

"Sarapan sehat harus dibiasakan sejak dini untuk menjaga anak tetap bertenaga dan semangat belajar di pagi hari. Selain itu juga untuk meningkatkan kecerdasan otak anak. Dalam mengkonsumsi sarapan sehat ada kriteria sarapan ideal. Sarapan ideal harus memenuhi seluruh kebutuhan gizi makro yaitu karbohidrat, protein dan lemak dan air, serta gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang mencukupi sekitar seperempat kebutuhan gizi harian anak agar dapat membantu mewujudkan anak sehat berprestasi," imbaunya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, banyak masyarakat yang masih menganggap sarapan merupakan hal yang tidak penting, padahal sarapan merupakan hal yang sangat penting. Apalagi untuk anakanak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

"Selain itu, pola makan yaitu makanan sehat dan mengandung zat gizi yang dikonsumsi secara teratur guna untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang tepat pemberiannya dapat mempengaruhi dan melancarkan pertumbuhan sekaligus perkembangan anak."

"Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbungan dan perkembangan anak antara lain yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi. Nutrisi yang tepat dan lengkap menjadi dasar bagi tumbuh kembang yang optimal selain itu Keterlibatan maksimal orang tua dalam pengasuhan terbukti dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan lebih baik serta stimulasi dari lingkungan sekitarnya seperti interaksi langsung dengan anak lain maupun penyediaan alat main ikut mempengaruhi proses tumbuh kembang pada anak."

"Gizi merupakan salah satu poin penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi pada anak usia pertumbuhan maka 5 kali waktu makan yaitu sarapan, makan siang, makan malam dan 2 kali makan selingan harus dipenuhi, jelas dr. Eva lebih lanjut.

Sementara itu, Sales & Marketing Director PT Mayora Indah, Goesnawan, menyampaikan, misi mulia Energen untuk membantu anak Indonesia agar lebih sehat bisa diawali dengan asupan sarapan yang sehat. Dukungan di momentum Hari Anak Nasional ini sebagai salah satu wujud keseriusan Energen untuk terus mengkampanyekan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 yang merupakan bagian dari komitmen mereka.

"Dengan begitu, Energen akan terus optimis untuk mengedukasi pentingnya Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 berkolaborasi dengan masyarakat, IDAI dan Pergizi Pangan, besar harapan agar misi tersebut dapat terlaksana Disamping itu, dalam mengapresiasi masyarakat yang telah berkomitmen untuk terus membiasakan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9, Energen akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sarapan sehat. Kami memperkenalkan variant baru Energen Jagung. Nilai yang terkandung di dalam Energen yaitu, Everyday Nutritious start," kata dia.

"Seperti yang telah disampaikan oleh Prof Hardinsyah, sarapan sehat itu harus memiliki gizi yang lengkap, Energen hadir dengan kandungan lengkap tidak hanya mengandung Susu tetapi dilengkapi Telur, Sereal dan Sigmavit (vitamin dan mineral) yang melengkapi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang anak Indonesia sehingga bisa lebih sehat, selalu aktif dan bersemangat. Dengan kampanye ini, kami akan konsisten dan menujukkan keseriusan Energen untuk terus mengedukasi masyarakat dengan membiasakan Sarapan Sehat Sebelum jam 9 di lebih banyak kota lainnya di Indonesia," jelasnya.
(sumber)

>> Obesita pada Anak jangan dianggap lucu, ini bahayanya

Ahli Gizi Rumah Sakit PMI Bogor, Jawa Barat, dr Niken Churniadita K mengingatkan orang tua untuk mewaspadai obesitas pada anak dengan memperhatikan asupan makanan dan gaya hidupnya sejak usia dini.

"Mengenalkan pola makan sehat sejak dini menentukan gaya hidup anak di masa depannya," kata Niken di Bogor, Senin (25/7).

Sebagai contoh, lanjutnya, kasus obesitas yang terjadi pada bocah Arya Permana (10) menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk memperhatikan pola makan dan gaya hidup anak-anaknya sejak dini.

"Kadang kita lengah, anak obesitas dinilai lucu, menggemaskan. Padahal, ini cikal bakal timbulnya penyakit metabolik," katanya seperti dikutip Antara.

Menurut Niken, obesitas baik pada anak maupun dewasa cukup berbahaya, karena menimbulkan penyakit metabolik yakni mempengaruhi metabolisme tubuh seperti kelebihan karbon dapat menimbulkan diabetes, kelebihan lemak dalam tubuh menyebabkan jantung, tekanan darah tinggi atau hypertensi, dan stroke.

"Semua jenis penyakit ini beresiko dapat menyebabkan kematian," katanya.

Ia mengatakan, salah satu penyebab obesitas adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak memenuhi standar kesehatan. Kondisi saat ini, masyarakat begitu mudah mendapatkan makanan cepat saji, dengan meningkatnya sosial ekonomi, pengaruh iklan makanan mendorong minat untuk mendapatkan makanan yang diinginkan.

Aksesibilitas mendapatkan makanan dengan menjamurnya restoran cepat saji, penjual ayam goreng standar kaki lima yang kini digemari masyarakat kelas menengah ke bawah.

Padahal, lanjut dia, belum tentu semua jenis makanan yang tersaji di restoran cepat saji maupun tempat kuliner baik untuk kesehatan.

"Contohnya makanan cepat saji itu, terbuat dari bahan-bahan olahan seperti tepung, porsinya dibuat besar, takaran protein, karbon maupun kalorinya melebihi batas yang diperbolehkan, semua berpotensi menimbulkan lemak," katanya.

Dengan gaya hidup saat ini, banyak anak muda nongkrong di cafe atau restoran cepat saji, menghabiskan waktu duduk berjam-jam sambil mengonsumsi minuman bersoda atau kafein adalah pola hidup yang tidak sehat.

"Kalau sudah ditambah dengan merokok dan mengonsumsi alkohol, gaya hidup seperti ini semakin tambah parah," katanya.

Gaya hidup sehat didukung dengan aktif bergerak atau berolahraga. Bagi pekerja kantoran, aktivitas olahraga kerap terlupakan karena minimnya waktu luang yang tersedia.

"Selama bekerja kebanyakan duduk, tidak aktif bergerak, maka asupan makanan yang kita konsumsi tadi tidak terolah dengan baik maka akan menjadi lemak," katanya.

Mencegah obesitas, lanjutnya, sangat mudah, diperlukan komitmen dan kemauan yang kuat untuk menjalankan pola hidup yang sehat dengan makan gizi seimbang.

"Olah raga teratur tidak harus ngegym. Dengan meluangkan waktu bergerak entah itu naik turun tangga atau berjalan kaki selama 30 menit tanpa jeda itu sama dengan olah raga. Asal tidak ada jeda, berkelanjutan selama 30 menit setiap hari," katanya.

Niken menambahkan, banyak pasien obesitas yang datang ke RS PMI sudah disertai dengan penyakit penyertanya seperti diabetes, hipertensi dan gangguan lainnya.

"Yang datang tidak hanya usia lanjut, ada juga yang masih muda. Alasan kenapa mereka obesitas sama, karena pola makan tidak sehat dan gaya hidup yang tidak sehat juga," katanya.
(sumber)

>> Untuk kesehatan, 4 Makanan ini jangan dikonsumsi lewat jam 9 Malam

Makan malam memang tidak dianjurkan bagi individu yang menghindari bertambahnya berat badan. Jenis makanan dan minuman ini perlu dihindari saat malam hari karena akan merugikan kesehatan Anda.

Mengutip laman Body Building, Sabtu (23/7/2016) susu menjadi salah satu jenis minuman yang perlu dihindari untuk dikonsumsi jika sudah melewati pukul 9 malam, simak penjelasannya berikut ini.

1. Susu
Walau susu dianggap sebagai sumber dari protein dan kalsium, menenggak segelas susu di atas jam 9 malam mampu menyebabkan masalah pencernaan akibat laktosa pada susu.

2. Pasta
Kalori dalam pasta akan melebarkan lingkar pinggang Anda, terlebih saat mengonsumsi di malam hari kalori tak akan terbakar dengan maksimal dan meninggalkan lemak di tubuh Anda.

3. Cabai
Mengonsumsi makanan pedas atau menggigit beberapa cabai di atas jam 9 malam akan menyebabkan rasa mulas di tengah lelapnya tidur Anda.

4. MSG
Mengonsumsi makanan yang mengandung MSG di malam hari akan merangsang tubuh sulit untuk terlelap seperti kafein. Terlebih MSG mampu membuat perut Anda semakin mengembang.
(referensi)

>> Tips deteksi kondisi kesehatan tubuh dari bau mulut

Ada istilah bahwa tubuh selalu “berbicara” pada kita untuk memberikan sinyal tentang kondisi tubuh termasuk bau mulut.

Meski sudah rutin menggosok gigi, dan menggunakan obat kumur tapi napas masih bau. Karena itu bisa jadi itu pertanda bahwa tubuh sedang mengirim sinyal ada sesuatu yang salah dalam tubuh Anda, seperti dikutip Prevention, Sabtu (23/7/2016). Coba cek kondisi kesehatan Anda lewat bau mulut berikut ini :

Jika napas Anda bau seperti kapur barus 
Anda mungkin sedang menderita alergi atau infeksi sinus. Bila Anda memiliki masalah sinus kronis, bakteri di mulut dapat mengubah protein dalam lendir menjadi senyawa yang disebut skatole. Minum obat alergi, atau minum antibiotik.

Jika napas Anda bau buah 
Anda mungkin memiliki diabetes. Gula dalam aliran darah digunakan untuk energi. Jika gula darah naik, sel-sel tubuh akan mulai membakar lemak untuk energi. Hasil sampingan dari proses yang keton yang dapat membuat napas Anda bau buah.

Jika napas Anda bau seperti susu asam
Anda mungkin intoleran laktosa. Bau ini menunjukkan bahwa Anda sedang berhenti makan protein, kata Harold Katz, DDS, dokter gigi, bakteriologi, dan pendiri California Breath Clinics. Bau mulut ini juga menandakan Anda sedang mengalami diare, dan kram.

Jika napas Anda bau seperti popok kotor
Anda mungkin memiliki batu amandel. Bakteri dan puing-puing bisa terjebak di amandel dan keluar melalui celah-celah batu amandel dan memberikan aroma seperti popok kotor.

Jika napas Anda bau seperti bau busuk
Anda mungkin memiliki penyakit paru-paru. Bau busuk yang keluar dari mulut menjadi tanda dari masalah paru-paru mulai dari infeksi seperti pneumonia sampai kanker. Menariknya, tes napas yang dirancang untuk mengidentifikasi bau yang terkait dengan kanker saat ini sangat efektif.
(referensi)

>> Waspadai penyakit Preeklampsia, Kondisi Berbahaya pada Kehamilan

Preeklampsia merupakan penyakit yang bisa muncul pada masa kehamilan dan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janinnya. Preeklampsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Sayangnya, preeklampsia sering kali tak memunculkan gejala. Kondisi preeklampsia bisa ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kandungan protein dalam urin.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, gejala preeklampsia yang mungkin muncul antara lain nyeri bagian atas perut, muntah, sakit kepala, dan gangguan penglihatan. Namun, hal itu juga bisa muncul karena penyakit lain.

Preeklampsia terkadang juga diikuti pembengkakkan di tangan, wajah dan kaki. Tetapi, kondisi ini juga umum terjadi pada kehamilan normal.

Penyebab preeklampsia hingga saaat ini belum diketahui pasti. Preeklampsia dinilai lebih berisiko terjadi pada wanita di kehamilan pertamanya. Kondisi bisa berulang pada kehamilan kedua.

Risiko preeklampsia juga meningkat pada ibu yang mengandung bayi kembar dan ibu yang memiliki penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, ginjal, hingga migrain.

Untuk itu, jangan abaikan gejala yang mungkin muncul karena preeklampsia. Deteksi dini preeklampsia hanyalah dengan rutin mengecek kesehatan kehamilan.

 Preeklampsia diperkirakan memengaruhi 1 dari 10 ibu pada kehamilan pertama. Preeklampsia merupakan salah satu penyumbang angka kematian ibu dan bayi. Di Inggris, setiap tahun ada 1000 bayi meninggal dunia karena preeklampsia. Kebanyakan kasus meninggal dunia akibat kelahiran prematur yang merupakan dampak preeklampsia.
(referensi)

>> 7 Hasil Bumi Indonesia yang menjadi unggulan ekspor

Sejumlah hasil bumi menjadi aset vital buat perekonomian nasional. Berikut komoditi ekspor Indonesia yang menjadi primadona di pasar internasional.

Kelapa Sawit

Indonesia saat ini mendominasi pasar minyak sawit di dunia dengan produksi mencapai 31 juta ton per tahun. Terlepas dari rencana moratorium perkebunan sawit yang digagas pemerintahan Joko Widodo, Indonesia sempat berniat menggandakan produksi sawit hingga tahun 2030.


Beras

Dari 744 juta ton beras yang diproduksi dunia, hampir 10% diantaranya berasal dari Indonesia. Jumlahnya mencapai 70,7 juta ton. Namun kapasitas produksi saat ini cuma mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Pemerintahan Joko Widodo berjanji akan meningkatkan kapasitas produksi dengan membuka lahan baru dan mengembangkan varian padi yang lebih efektif.


Batu Bara

Kalimantan yang kaya batu bara banyak mendatangkan hujan devisa buat negara. Setiap tahun Indonesia memproduksi batu bara setara 281 juta ton minyak bumi. Jumlah tersebut mencapai 7,2% dari total produksi dunia. Saat ini India telah menggeser Cina sebagai negara importir batu bara Indonesia terbesar.


Kakao

Produk andalan Sulawesi dan Sumatera ini termasuk primadona komoditi yang dimiliki Indonesia. Saat ini produksi kakao mencapai 712.231 ton yang menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar ketiga dunia.


Energi Geothermal

Terletak di bibir Cincin Api Pasifik, Indonesia berlimpah energi panas bumi. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi geothermal di tanah air mencapai 28.000 MW. Saat ini sebagian besar energi panas bumi diproduksi di PLTP Gunung Salak.


Biji Kopi

Indonesia adalah produsen biji kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Tapi soal efektifitas produksi kita banyak tertinggal ketimbang kedua negara tersebut. Saat ini produksi biji kopi Indonesia baru sebatas 800 kilogramm per hektar. Bandingkan dengan Brazil yang mencapai 2000kg/hektar atau Vietnam 1500kg/hektar.


Karet Alam

Produksi tahunan karet alam di Indonesia yang mencapai 3,2 juta ton tercatat yang terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Sebagian besar komoditi karet di Indonesia berasal dari Sumatera dan Kalimantan.
(sumber)

>> 5 Kebiasaan Mandi salah yang sering dilakukan

Anda suka mandi lama dengan menggunakan air panas? Para pakar kini memperingatkan, bahwa cara mandi yang salah, seperti mandi terlalu lama, justru bisa membahayakan kesehatan.


Mandi Terlalu Sering
Menurut hasil studi University of California, mandi terlalu sering menyebabkan terbilasnya bakteri yang justru menguntungkan dan dibutuhkan tubuh untuk mencegah infeksi. Pakar Virologi John Oxford mengatakan, selama Anda sering mencuci tangan dan memperhatikan kebersihan di daerah intim, cukup untuk mandi dua hari sekali.

Mandi Terlalu Lama
Ahli dermatologi Dr Anjali Mahto menganjurkan untuk tidak mandi terlalu lama. "Cukup berada di bawah pancuran atau berendam selama 20 menit. Air bisa menyebabkan iritasi. Semakin lama Anda mandi, kulit Anda akan semakin kering dan terancam iritasi."

Mandi dengan Sabun
Mandi setiap hari dengan sabun bisa mempengaruhi kekebalan tubuh, ujar Dr Robyn Chutkan. Bakteri yang membuat kulit bebas dari jerawat dan eksim akan terbilas oleh sabun. Ia hanya menganjurkan sabun yang terbuat dari bahan organik. Bagian tubuh yang membutuhkan sabun hanyalah ketiak dan selangkangan.

Mengarahkan Pancuran Air ke Wajah
"Air pancuran yang panas bisa merusak jaringan kulit yang sensitif pada bagian pipi", ujar pakar perawatan kulit Kaye Scott. "Cara terbaik membersihkan wajah adalah dengan menggunakan air suam-suam kuku di wastafel."

Cuci Rambut dengan Air Panas
Saat mandi, perempuan seringnya membilas rambut dengan air yang terlalu panas, karena mengira, dengan demikian rambut akan menjadi lebih bersih. Ini menurut penata rambut Andrew Barton. "Air yang suam-suam kuku lebih baik untuk folikel rambut. Air panas mengaktifkan kelenjar minyak dan menyebabkan rambut cepat berminyak setelah dicuci."