>> Efek penyakit mengerikan akibat gonta-ganti pasangan dan berhubungan seksual di usia Remaja

Orang-orang usia muda yang sudah berhubungan seks di luar nikah tidak hanya berisiko mengidap HIV/AIDS. Mereka juga rentan mengalami sexually transmitted disease (STD), kelompok penyakit akibat sering kali gonta-ganti pasangan.

Praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM), Ari Fahrial Syam, menjelaskan, perempuan yang gemar gonta-ganti pasangan juga berisiko mengalami kanker mulut rahim. Sementara laki-laki berisiko cukup besar menderita kanker prostat di kemudian hari.

"Pengalaman klinis saya sebagai dokter spesialis penyakit dalam mendapatkan bahwa pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan. Penyakit ini bisa mengenai semua profesi, ibu rumah tangga (IRT) yang tidak gonta-ganti pasangan pun dapat menderita HIV karena mungkin tertular dari suaminya yang suka jajan di luar," kata Ari dikutip dari keterangan pers, Sabtu (25/6/2016).

Perempuan baik-baik yang akan menikah ternyata diketahui mengidap HIV, kata Ari, kemungkinan tertular dari mantan pacar yang mengalami kondisi serupa tapi berasal dari suntikan narkoba, yang mana saat pacaran di bangku SMA dulu pernah berhubungan seks beberapa kali.

"Pasien-pasien yang menderita HIV/AIDS di usia remaja ternyata mempunyai riwayat pernah berhubungan seksual di usia remaja. Semakin banyak pasangan hubungan seksual, semakin luar virus tersebut menyebar," kata Ari.
(sumber)

>> Berikut 5 cara antisipasi penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu dengan jumlah kematian hampir 17,1 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahun menurut data World Health Organization. Namun dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, World Heart Federation mengatakan kita dapat terhindar dari penyakit jantung hampir 80 persen.

Selain menghindari pencetus penyakit jantung seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, berikut ini sejumlah tindakan dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung.


1. Hindari obesitas dengan melakukan aktivitas gerak
Obesitas merupakan faktor risiko dari penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Dengan rutin melakukan aktivitas gerak, maka kita dapat terhindar dari obesitas, yang secara otomatis dapat menghindari kita dari penyakit jantung.

2. Diet sehat
Lakukanlah diet sehat dengan mengonsumsi buah-buahan seperti pisang yang dikemas dengan jumlah mineral cukup besar, yang dapat menurunkan tingkat tekanan darah. Selain itu, bila terbiasa mengonsumsi makanan yang digoreng, ubahlah dengan memanggang, merebus, atau mengukus makanan yang akan disantap. Jika ingin mengonsumsi makanan yang sedikit minyak, gunakanlah minyak zaitun.

3. Kendalikan stres
Belajarlah untuk lebih santai dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bila Anda stres, cobalah untuk melakukan yoga atau mendengarkan musik, agar tubuh dapat mengadopsi hal-hal baik.

4. Hindari konsumsi alkohol
Alkohol adalah pemicu utama untuk penyakit jantung. Pastika juga bahwa Anda mengonsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas setiap harinya.

5. Hentikan kebiasaan merokok
Merokok merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung. Bila asap rokok masuk ke dalam tubuh, dapat mengurangi tingkat HDL dan membuat darah menjadi beku. Selain itu, jantung dapat menyempit karena terjadi penumpukan plak.
(sumber)

>> Kenali 5 Gejala stroke di Usia muda

Mayoritas penderita serangan stroke memang berusia 65 tahun ke atas. Tapi sekitar 10 persen stroke juga dialami pasien yang masih berusia di bawah 45 tahun dan perempuan lebih beresiko terkena dibanding laki-laki.


1. Lemas atau Lumpuh Pada Satu Sisi Tubuh
Jika tiba-tiba merasa kehilangan kekuatan atau tidak merasakan apa pun di satu sisi tubuh khususnya pada lengan dan kaki, ini biasanya gejala stroke. Atau otot wajah yang melemah pada satu sisi juga pertanda serangan stroke.

2. Kesulitan Berbicara
Kemampuan berbicara terganggu dan Anda kesulitan untuk mengeluarkan kata-kata untuk berekspresi. Anda mungkin juga sulit untuk memahami apa yang dikatakan orang lain. Dokter bisa mengetahui tingkat keparahan serangan stroke melalui semacam "tes bicara".

3. Sakit Kepala Berat
Ini biasanya terjadi pada stroke hemoragik, kondisi medis yang ditandai dengan pecahnya satu atau lebih pembuluh darah di dalam otak. Stroke Hemoragik adalah suatu kondisi yang mengancam jiwa dan menyebabkan gangguan lebih besar pada tubuh dan fungsi otak, seperti paralisis, kehilangan kemampuan bicara dan menelan, hilang memori ingatan dan kehilangan kemampuan kognitif.

4. Gangguan Penglihatan
Keluhan berupa penglihatan yang tiba-tiba kabur atau menghilang adalah salah satu gejala dari stroke mata. Stroke mata bisa menyebakan kebutaan total atau kebutaan ringan. Langkah pencegahan yang penting adalah dengan segera memeriksakan mata jika terjadi suatu gangguan.

5. Gejala Muncul Secara Mendadak
Jika empat gejala di atas Anda alami secara seketika, maka sebaiknya Anda langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Gejala stroke muncul dengan cepat dan tidak semua gejala harus Anda rasakan sebelum terkena stroke. Tidak ada salahnya untuk berhati-hati, mengingat stroke adalah penyakit yang berbahaya.
(sumber)

>> Cegah stroke di usia muda dengan 5 Tips efektif ini

Sebuah studi yang diterbitkan The Lancet menegaskan bahwa masyarakat dapat mengurangi risiko terkena stroke dengan melakukan perubahan gaya hidup. Studi ini menemukan, faktor risiko stroke dapat dimodifikasi sebanyak 88 persen.

Dengan mempelajari gaya hidup sehat dapat membantu kita untuk mengurangi terkena risiko stroke hingga 90 persen. Berikut lima cara yang bisa dilakukan, seperti yang dilansir dari verywell, Senin (11/7/2016).


1. Kontrol Tekanan Darah Anda
Meskipun ada obat untuk mengontrol hipertensi (tekanan darah tinggi), perubahan gaya hidup adalah komponen utama dalam menjaga tekanan darah. Anda bisa mengikuti diet DASH dan menghindari makanan yang mengandung garam.

2. Berhenti merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan risiko stroke, tapi juga dapat mengurangi panjang umur seseorang hingga 10 tahun. Anda bisa memperbaikinya dengan meminta tips dan dorongan motivasi dari orang-orang yang telah berhasil berhenti merokok. Jika hal tersebut tidak berhasil, coba pertimbangkan akibat dari merokok pada penuaan dini.

3. Menurunkan berat badan terutama sekitar perut
Selalu perhatikan apa yang Anda konsumsi dan berolahraga secara teratur, karena hal ini sangat mempengaruhi bagian perut.

4. Kelola diabetes
Diabetesi cenderung berisiko lebih tinggi terkena stroke. Risiko ini jauh lebih tinggi jika diabetesi tidak mengelola kadar gula darahnya dalam waktu yang lama. Lakukan pengobatan rutin untuk menurunkan kemungkinan komplikasi lainnya.

5. Tingkat diet
Anda bisa melakukan diet dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran, mengurangi lemak dan makanan cepat saji, serta menambahkan lebih banyak buah untuk meningkatkan umur yang lebih panjang.
(sumber)

>> Kisah inspiratif seorang gadis buka jasa rapikan Lemari raup Rp 19,6 Juta dalam 2 Hari

Warga yang lahir sesudah tahun 1990 di China kerap dituding karena "malas" atau "tidak berguna" oleh generasi yang lebih tua. Namun, tapi seorang perempuan dari Chengdu menggunakan model bisnis yang membuktikan bahwa tuduhan para tetua itu salah belaka.

Sejak 2015, wanita bermarga Deng ini memulai membantu orang merapikan lemari baju mereka. Ia melakukan pekerjaan ini dengan sukacita dan bahkan meninggalkan pekerjaannya yang dianggap 'normal' untuk bergabung dengan "industri" ini.

Pengaturan lemari bukan termasuk pekerjaan yang lazim di Chengdu, sehingga ia merasa perlu menyebar luaskan cerita tentang layanan itu. Ia mulai melakukan promosi bisnis melalui keagenan dan media sosial. Deng memasang tarif sesuai dengan ukuran lemari, biasanya 100 yuan (Rp 196 ribu) untuk per jam setiap 1 meter kubik. Jika memerlukan lebih dari satu jam untuk mengatur lemari, ia mematok angka 120 yuan (Rp 235 ribu).

Sejauh ini, pembayaran termahal yang pernah diterimanya berasal dari seorang klien yang tinggal dalam vila besar yang memiliki dua lemari besar pakaian. Perlu dua hari untuk mengaturnya dan ia meraup lebih dari 10.000 yuan (Rp 19,6 juta). Dengan pengalaman sekarang lebih dari setahun, ia telah melayani antara 60 hingga 70 klien. Kebanyakan klien adalah wanita kelas menengah yang memiliki koleksi besar baju-baju. Ketika sedang mengatur kloset, ia memasang label-label pada baju-baju ataupun benda-benda lain supaya memudahkan dan gampang dicari lagi.

Setelah pengaturan, ia memberikan penjelasan kepada klien tentang penempatan cermat semua benda. Setiap klien kemudian mendapatkan lembaran umpan balik. Deng bangga selalu mendapat penilaian baik dari para pelanggan. Pengaturan kloset bukanlah hal yang mudah karena memerlukan kekuatan sekaligus ketelitian. Tangan-tangan Deng pun jadi mudah mati rasa karena ia harus memindahkan baju-baju berat dan benda-benda lainnya yang sama sekali tak ringan juga.

Kebanyakan kliennya tinggal di pinggiran kota sehingga ia menyantap makan siang sambil mengemudi ke rumah para pelanggan. Semakin besar perhatian media kepadanya dalam beberapa bulan terakhir, semakin gencar pula bisnisnya. Ia sampai kewalahan dengan permintaan informasi tentang bisnisnya itu.

Belakangan ini ia telah memberikan pelatihan kepada orang-orang tentang cara merapikan lemari secara lebih teliti. Ia berharap dapat membentuk suatu tim yang dapat memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yang bermasalah dengan lemari mereka yang acak-acakan. Netizen ramai-ramai memuji kegigihan Deng, dan banyak yang mengagumi semangatnya untuk berwiraswasta.

Seorang netizen mengatakan, "Menurut saya, ia memiliki masa depan cemerlang. Walaupun ini industri baru, ia tahu cara menggunakan ketrampilannya untuk meraih klien baru."

Seorang netizen lagi menimpali, "Ini adalah satu contoh tambahan bahwa keterampilan lebih penting daripada sekedar kuliah. Pekerjaan hebat!"
(sumber)