>> 7 Tips agar Bayi lahir memiliki kulit sehat dan cerah

Janin dalam kandungan merupakan awal dari pembentukan fisik. Apa yang dikonsumsi sang ibu merupakan bahan untuk membantu pembentukan dari fisik si bayi secara optimal. Tidak menutup kemungkinan setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik bagi si janin, salah satunya berkulit cerah. Sebenarnya, warna kulit tergantung gen. Tetapi untuk membantu si kecil memiliki kulit yang cerah dan bersih, ini tipsnya.


1. Minum air putih
Konsumsi air mineral secara rutin dan sesuai kebutuhan akan membantu bayi dapat berkulit cerah. Kekurangan air putih pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang dan pembentukan optimal janin. Ibu yang dapat memenuhi kebutuhan air putih dengan baik tentu mendapatkan beberapa manfaat bagi diri sendiri dan juga janin terutama kecerahan dan kesegaran kulit.

2. Kacang hijau
Kacang hijau sangat mudah diolah, seperti bubur kacang hijau atau diambil sari kacang hijaunya jika tidak terbiasa dengan rasa kacang hijau yang cukup khas. Kacang hijau memiliki kandungan protein tinggi yang membantu menutrisi kulit ibu dan terutama janin yang sedang dikandung oleh sang ibu, yang akan membentuk warna dan tekstur kulit yang cerah dan bersih.

3. Sari kedelai
Kandungan sari kedelai juga mempunyai manfaat yang hampir sama dengan kacang hijau. Sari kedelai mampu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Selain diambil sarinya hasil fermentasi, kedelai juga memiliki kandungan lebih baik daripada sarinya yaitu tempe sebagai lauk pada saat makan.

4. Air kelapa muda
Air kelapa muda dipercaya dapat menetralisir racun di dalam tubuh. Terbukti bahwa air kelapa muda akan membersihkan air ketuban yang menyelimuti tubuh janin, dan ini berpengaruh pada kulit bayi nantinya.

5. Sayuran hijau
Warna hijau sayuran hijau menandakan banyaknya kandungan vitamin dan nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Selain akan mendapatkan tubuh yang selalu terlihat segar juga akan ikut menutrisi kulit ibu dan janin.

6. Hindari konsumsi lemak dan kulit
Kandungan lemak yang membawa kolesterol membuat kulit bayi berbintik dan berwarna kusam. Karena itu, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung lemak kolesterol. Konsumsi daging boleh saja asal tidak berlebihan, karena kandungan nutrisinya juga penting bagi tubuh ibu dan janin.

7. Madu
Madu mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama bagi ibu hamil. Manfaatnya antara lain menguatkan janin dan kondisi tubuh, mencerahkan kulit tubuh dan wajah, mengoptimalkan tumbuh kembang janin serta menutrisi organ-organ dalam tubuh, dan lainnya. Disarankan ibu hamil mengonsumsi madu secara rutin satu sendok makan per hari.
(sumber)

>> Inilah posisi Transmisi yang benar saat berhenti di Lampu merah

Resiko kecelakaan cukup besar dihadapi para pengemudi mobil di jalan raya. Tidak terkecuali saat berada di kondisi diam akibat berhenti di lampu merah.

“Mobil yang berada di tengah waktu berhenti di lampu merah tidak lepas dari potensi kecelakaan. Terutama bila pengemudi mobil menyepelekan waktu berhenti di lampu merah dan tidak memperhatikan lingkungan sekeliling kendaraan,” ucap Sony Susmana, Senior Trainer SDCI.

Salah satunya adalah mobil dengan transmisi otomatis. Pengemudi dengan transmisi otomatis kerap kali berhenti di lampu merah dan memposisikan tuas transmisi ke posisi P (Parking) atau N (Netral) lalu mengaktifkan rem tangan.

Bahkan yang lebih gawat, banyak pengendara yang tetap pada posisi tuas di D (Drive), lalu menginjak pedal rem. Kondisi ini kemudian digunakan pengemudi untuk melakukan kegiatan lain seperti berkirim pesan atau sibuk melihat gadget. Selama beberapa saat pengemudi terlena dan menjadi tidak waspada dengan kondisi sekitar.

Untuk itu, bagi mobil bertransmisi otomatis saat berhenti di lampu merah, pindah tuas transmisi ke N. Lalu jangan menggunakan rem parkir, tapi injak pedal rem untuk memastikan kendaraan diam di tempat.

“Dengan menekan pedal rem kaki membuat pengemudi tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan lain selain mengemudi. Pengemudi berkonsentrasi terhadap sekeliling kendaraan. Menekan pedal rem juga membuat lampu kendaraan di belakang menyala sehingga membuat waspada pengemudi lain di belakang kendaraan,” ucap Sony.

Dari segi teknis, saat berhenti di lampu merah dan menggunakan transmisi P malah akan membebani kerja girbok dan mesin. Transmisi P hanya digunakan saat kendaraan akan berhenti lalu mesin mati. Apalagi bila posisi transmisi tetap di D, kerja girbok dan mesin semakin berat.

Pengemudi disarankan untuk menggunakan N saat berhenti di lampu merah. Ini karena antara mesin dan girbok tidak saling terhubung sehingga tidak membuat transmisi cepat rusak.
(sumber)