>> 8 Tips mencegah bayi lahir cacat


Kelahiran sang buah hati dengan kondisi normal dan tidak mengalami cacat sedikitpun merupakan salah satu hal yang sangat diinginkan oleh setiap Orang Tua. Berikut kiat yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kondisi bayi agar terlahir dengan kondisi normal dan terhindar dari cacat.
Tidak semua tindakan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya  cacat pada bayi. Namun, setiap wanita hamil dapat meningkatkan kemungkinan untuk memperoleh bayi dengan kondisi yang sehat dan normal dengan melakukan berbagai pola hidup sehat serta dengan melakukan beberapa kiat-kiat khusus sebelum mempersiapkan kehamilan.
Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mencegah lahirnya bayi cacat:

1. Menjaga asupan makanan bergizi
Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi selama masa kehamilan dapat membantu dalam perkembangan bayi di dalam rahim dan mencegah bayi cacat.

2. Konsumsi asam folat
Asam folat merupakan vitamn B9 yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya bayi cacat seperti neural tuba defect atau lebih dikenal dengan cacat bawaan. Cacat bawaan tersebut timbul akibat tidak sempurnanya penutupan neural tube (tabung saraf) selama pertumbuhan embrional sehingga dapat berakibat kecacatan pada otak dan tulang belakang janin.
Asam folat yang dibutuhkan adalah 600 – 800 microgram setiap hari. Asam folat bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau dari bahan makanan seperti:
  • Sayur-sayuran seperti bayam, kubis, brokoli, asparagus, seledri, jagung, kaelan
  • Buah-buahan seperti pisang, jeruk, tomat, melon, strawberry, papaya, bit
  • Kacang-kacangan
  • Ikan salmon dan hati ayam
3. Rutin melakukan pemeriksaan
Jika Anda ingin merencanakan kehamilan atau sudah mengetahui bahwa diri Anda sedang hamil, sebaiknya Anda rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk menjaga kesehatan pada kehamilan Anda dan mencegah terjadinya kelahiran bayi cacat.
Pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk mempersiapkan kondisi fisik maupun mental sang ibu di masa kehamilan dan kelahiran. Selain itu, hal tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan pada masa kehamilan Anda sehingga dapat dicegah dan ditindaklanjuti sejak dini. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan angka kelahiran bayi cacat serta dapat menurunkan angka kematian sang ibu maupun janin.

4. Menghindari asupan alkohol selama hamil 
Alkohol dapat masuk kedalam peredaran darah dan tali plasenta sehingga dapat mempengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko kelahiran bayi cacat. Tidak ada jumlah yang aman bagi ibu hamil untuk mengonsumsi alkohol, semua jenis alkohol berbahaya, terutama untuk kehamilan. Minum minuman beralkohol selama masa kehamilan dapat menyebabkan keguguran, janin meninggal di dalam rahim, kelahiran bayi cacat dan gangguan perilaku pada bayi.

5. Menghentikan kebiasaan merokok
Bahaya yang timbul akibat merokok ketika hamil adalah terjadinya kelahiran preterm (prematur) dan kelahiran bayi cacat seperti bibir sumbing maupun kelainan palatum (langit-langit mulut). Selain itu, merokok ketika hamil juga dapat menyebabkan kematian janin di dalam kandungan.

6. Mengindari paparan infeksi
Paparan infeksi pada wanita selama masa kehamilan dapat berdampak buruk pada perkembangan bayi. Hal tersebut dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat. Terdapat beberapa langkah dalam mencegah terjadinya infeksi selama masa kehamilan, yakni:

  • Rutin melakukan cuci tangan. Lakukan cuci tangan selama dua puluh detik dengan menggunakan sabun dan membilasnya dengan air mengalir sampai bersih.
  • Memasak daging dengan tingkat kematangan yang baik.
  • Menghindari orang yang sedang terinfeksi virus dengan cara memakai masker (pelindung) hidung.

7. Menjaga berat badan tubuh saat mempersiapkan kehamilan
Wanita yang memiliki berat badan obesitas (BMI lebih dari 30) dan sedang ingin mempersiapkan kehamilan harus berpikir untuk mengatur pola makan dan mengurangi berat badan, karena, wanita yang mengalami obesitas mempunyai risiko mengalami komplikasi selama kehamilan.
Konsultasikan dengan dokter untuk mencapai berat badan yang baik dalam mempersiapkan kehamilan jika Anda termasuk kedalam kategori obesitas.

8. Melakukan vaksinasi
Banyak vaksinasi yang disarankan untuk dilakukan sebelum kehamilan, selama kehamilan dan setelah masa kehamilan.
Vaksin yang disarankan sebelum masa kehamilan adalah vaksin MMR dan Vaksin yang dapat diberikan saat masa kehamilan adalah vaksin tetanus pertusis dan diphtheria.
Pastikan Anda melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan tindakan vaksinasi.
( sumber )

>> 9 Tips melakukan perjalanan jauh aman dan nyaman


Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan baik oleh sopir atau penumpang agar perjalanan yang ditempuh semakin menyenangkan.

1. Jaga Stamina Kondisi fisik yang tidak prima dapat membuat perjalanan kita terganggu. Untuk itu hindari begadang sebelum memutuskan berkendara terutama perjalanan yang dipandang jauh. Tunda saja perjalanan kita bila memang kondisi fisik tidak mengizinkan.

2. Hindari Perasaan Selalu Mabuk Kendaraan Sopir umumnya tahan banting dengan gejala mual dan mabuk. Beda halnya dengan penumpang. Terkadang sebelum berangkat mereka sudah bersugesti selalu mabuk dalam perjalanan. Perasaan ini bisa dialihkan dengan menikmati pemandangan, membaca, atau mendengarkan musik. Penting juga membawa obat anti mabuk untuk menghilangkan kecemasan itu. Bila tubuh tak mau menerima semua yang berbau obat-obatan modern, gunakan obat tradisional saja seperti mengkonsumsi sekerat ubi jalar sebelum keberangkatan. Serat ubi jalar dapat membantu keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu Ubi jalar mengandung Vitamin B kompleks, vitamin C, betakaroten, kalium, dan kalsium yang terbukti efektif meredakan rasa mual.

3. Cek Kondisi Kendaraan Kenyamanan di perjalanan turut ditentukan oleh kondisi kendaraan. Pengemudi atau sopir hendaknya mengecek kendaraan terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan yang tergolong jauh. Siapkan ban serap dan peralatan agar tak perlu khawatir pecah ban di hutan lebat. Lihat juga tekanan angin pada ban karena tiap kendaraan berbeda-beda tekanannya dan juga dipengaruhi faktor muatan. Ban adalah elemen kendaraan yang paling vital karena ban inilah yang akan berhadapan langsung dengan permukaan jalan. Pastikan semua elemen kendaraan lain juga berfungsi dengan baik agar perjalanan kita menjadi nyaman.

4. Pasang Pengaman Diri Bila kondisi kendaraan sudah dipastikan aman, jangan lupa pasang pengaman saat berkendara. Gunakan Helm Standar Nasioanal (SNI) bagi pengendara roda dua. Pasang sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat, itu untuk mencegah kejadian fatal yang tidak kita inginkan.

5. Taati Rambu Hukum Mentaati rambu-rambu lalu lintas adalah modal utama selain kondisi kendaraan yang laik jalan. Selain itu kelengkapan surat menyurat juga perlu diperhatikan. Banyak perjalanan menjadi terhambat karena kita suka melanggar hukum seperti tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas, melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan lupa membawa surat menyurat sebelum berangkat. Hal ini perlu diperhatikan agar perjalanan kita, baik jauh mau pun dekat tidak tersandung perkara hukum.

6. Perhatikan Jalan Darurat Bagi penumpang yang naik transportasi umum seperti kereta, Bis, kapal laut atau pesawat, jangan lupa memahami situasi darurat selama perjalanan. Ikuti semua petunjuk yang diberikan. Usahakan mengenali pintu masuk atau keluar sehingga kita cepat mengambil tindakan saat kondisi darurat terjadi.

7. Beristirahat Yang Cukup Dalam perjalanan beristrahat yang cukup mutlak dilakukan. Jangan paksakan mengemudi saat kondisi tubuh melemah. Usahakan tidur malam hari bagi penumpang. Ingatkan pengemudi untuk membawa kendaraan dengan kecepatan normal. Bila konsentrasi pengemudi mulai pecah, tawarkan ia untuk beritirahat sejenak. Memaksakan diri saat kondisi labil dapat mendatangkan maut bagi semua orang.

8. Tentukan Titik Singgah Sebelum perjalanan jauh di mulai, ada baiknya bagi pemilik kendaraan pribadi untuk menentukan titik singgah. Perlu dipikirkan dimana tempat yang paling cocok untuk beristirahat, makan atau menginap.

9. Dan Berdoa Mudah-mudahan dengan melakukan tips di atas perjalanan kita semakin nyaman dan aman. Selamat berkendara.
( sumber )


ABADIKAN SETIAP MOMEN PERJALANAN ANDA DENGAN

>> Hati - hati dengan ciri - ciri Tabung Gas seperti ini


Dewasa ini tabung gas sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari karena sudah hampir seluruh wilayah di Indonesia menggunakan tabung gas untuk memasak. Terlebih lagi pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan untuk mengkonvenssikan minyak tanah ke tabung gas.

Hal itu rupanya membuat sejumlah produsen nakal mencoba memanfaatkan peluang tersebut guna mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat. Dengan cara mengurangi isinya dan menaipulasi agar isi terlihat penuh.

Hal itu bisa dilihat dari postingan salah seorang pemilik akun sosial media Facebook bernama Weleri Neni Ra, dalam akunnya itu ia menjelaskan bagaimana seseorang yang tidak bertanggung jawab mencoba mencari keuntungan dari tabung gas 3 kg dengan cara mengurangi jumlah isi tabung gas lalu memanipulasi beratnya dengan cara menempelkan besi Balancer.

Berikut postingan status yang dibagikaan oleh pemilik akun Weleri Neni Ra itu. “Sekedar imformasi aja Lurr, klo beli gas 3 kg jgn di ambil tbung seperti yg sy tunjuk ini .krn besi yg di tempel itu tujuan nya untuk mengurangi berat gas.kadang ada jg yg sampai 3 tempelan besi.1 tempelan itu berat nya-+ 3/5 ons. (Posted by : Najwa Azzura pada 25 Maret 2015),” tulisnya dalam akunnya itu.


Tidak hanya itu saja dalam akunnya itu ia juga mencoba membagikan informasi mengenai bagaimana besi Balancer tersebut mampu memanipulasi isi dari tabung tabung gas LPG 3 kg. Ia juga mencoba menjelasakan jika tabung dengan ciri-ciri sudah di tempeli besi berarti tabung tersebut sudah masuk bengkel tabung.

“Sekedar Koreksi, besi yang ditempel itu namanya besi BALANCER, dan tabung yang ada balancer pasti udah pernah masuk ke retester/bengkel tabung, kenapa tabung dipasangi balancer, karena tabung kosong yang tanpa balancer itu bobotnya kurang, sehingga harus disesuaikan lagi, tabung kosong LPG 3kg itu beratnya 4,95kg-5,09kg… dipasangi balancer ketika tbaung itu dibawah 4.95kg…soal isi insya allah masih jaminan di angka 2,95kg-3,09kg,” tulisnya mencoba menjelaskan tujuan dari penempelan besi tersebut. Selain itu ia juga mencoba menjelaskan berat dari besi Belancer yang ditempelkan pada tabung gas LPG 3 kg itu. Ia juga berpesan hendaknya pengguna tabung gas LPG 3 kg lebih berhati-hati lagi ketika membeli tabung gas. Bahkan ia menyarankan jika perlu hendaknya menimbang tabung tersebut sebelum membelinya.

“Koreksi lagi dari kata2 dipoto tersebut, bahwa setiap besi balancer itu BUKAN 3-5 ons, setiap besi balancer yang terpasang untuk menyesuaikan berat tabung dibatasi MAKSIMAL 150 gram. Setiap 1 plat beratnya 100gr. Teliti dulu sebelum membeli, kalau perlu ibu lakukan penimbangan sebelum membeli. Mohon maaf sedikit ralat, berat tabung kosong itu 4.95kg – 5.05kg. Untuk gas cepat habis atau tidak itu relatif ibu, bila penggunaan secara normal untuk memasak, rebus air dan lain sebagainya biasanya memang sekitar seminggu akan habis(dirumah saya seperti itu). Untuk berat isi tabung itu selalu diawasi dan dilakukan pengecekan. Toleransi berat isi tabung 2.95kg – 3.05kg.  Terimakasih.(Comentar by : Muhammad Guruh pd 26 dan 27 Maret 2015),” imbunya.
Postingan yang diunggah pada tanggal 28 April lalu itu telah mendapatkan tanda suka (Like) sebanyak 218 orang dan sudah dibagikan sebanyak 22 kali. Sejumlah pengguna Facebook lainnya yang membaca postingan akun tersebut banyak yang mengucapka terimakasih untuk informasi yang dibagikannya itu.

“Mksi informasi nya min,” tulis pemilik akun Sifa Kawai. Komentar senada juga disampaikan oleh pemilik akun Sadad Kamaladad Septian “iya,makasih min…nambah wawasan kami…,” timpalnya.
Berita tersebut juga telah diberitakan dalam situs resmi Dihub kota Dumai yang juga mencoba memperingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat menukarkan kembali tabung gas LPG mereka agar tidak tertipu. Dalam postingan pada Selasa, 28 Juli 2015 – 09:10:16 WIB itu situs Dihub kota Dumai memerinya judul “Jika Anda Menemukan Tabung Gas Seperti Ini, Jangan BELI!!”.
( sumber )



Kompor Gas