>> 10 Tips Rumah sejuk tanpa AC


Indonesia dikenal sebagai negara tropis. Saat musim kemarau, cuaca akan terasa lebih terik. Banyak orang kemudian memilih memasang pendingin udara atau air conditioner (AC) supaya ruangan lebih sejuk dan nyaman.

Namun, risiko selanjutnya adalah pemakaian listrik bisa melonjak. Meski demikian, ada banyak beredar AC dengan watt yang rendah. Jika Anda bisa mengurangi pemakaian listrik serta menghemat anggaran dari yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli AC, mengapa tidak?
Berikut beberapa cara agar rumah Anda terasa lebih sejuk tanpa pendingin ruangan:

1. Tutup tirai
Situs perbaikan rumah, Family Handyman, mencatat bahwa hampir 30 persen panas yang tidak diinginkan berasal dari cahaya matahari yang menembus jendela Anda. Memanfaatkan tirai atau gorden bisa mengurangi temperatur hingga 20 derajat.

Dengan kata lain, menutup tirai bisa mencegah rumah Anda lebih panas, terutama untuk jendela yang menghadap barat dan selatan.

2. Perhatikan pintu
Menutup kamar akan mencegah udara dingin memasuki area-area kamar di saat hari-hari yang terik. Jika ingin memanfaatkan udara sejuk, biarkan udara ini mengalir secara alami di rumah Anda.

3. Gunakan kipas angin
Daripada membeli pendingin ruangan dengan harga yang mahal, apalagi jika ingin menghemat listrik, Anda bisa menggunakan kipas angin.

Siapkan semangkuk es atau benda lain yang serupa dinginnya dan letakkan di depan sebuah kipas besar. Dengan demikian, udara dingin yang dikeluarkan oleh es, bisa menyebar di seluruh ruangan, berkat kipas angin.

Selain itu, ubah atau pilih kipas angin yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Percaya atau tidak, putaran yang berlawanan dengan arah jarum jam pada kecepatan yang lebih tinggi akan menghasilkan aliran udara yang "terasa" lebih dingin.

4. Ganti seprai dan bantal Anda
Cara lainnya untuk menjaga lingkungan tetap segar adalah dengan mengganti seprai Anda. Tekstil seperti lembaran flanel dan selimut bulu adalah bahan terbaik untuk isolasi, sementara kapas memungkinkan kain "bernapas" lebih mudah dan menjaga permukaannya tetap dingin.

Sebagai bonus, cobalah untuk menggunakan bantal yang berisi buckwheat atau kulit ari gandum. Kulit gandum memiliki ruang udara alami, sehingga mereka tidak akan menahan panas tubuh Anda seperti bantal konvensional, bahkan ketika dikemas di dalam sarung bantal.

Untuk kaki, isilah botol air panas dan masukkan ke dalam freezer sebelum ditempatkan di kaki tempat tidur Anda. Memang kedengarannya aneh, tapi hal ini bisa sedikit mengurangi panas kasur Anda.




5. Fokus pada suhu tubuh Anda
Jika nenek moyang kita bisa bertahan hidup tanpa pendingin ruangan, artinya Anda juga bisa. Carilah minuman dingin untuk menyegarkan tubuh dari dalam atau tempelkan kain dingin pada area tubuh dengan denyut yang kuat, misalnya leher dan pergelangan tangan. Trik lainnya adalah memilih jenis pakaian yang bisa menyerap keringat atau bertekstur sejuk.

6. Gunakan exhaust fan
Untuk area dapur dan kamar mandi, pasanglah exhaust fan. Benda ini bisa menarik udara panas yang naik setelah Anda memasak atau udara beruap saat mandi, keluar dari rumah Anda.

7. Biarkan udara malam masuk
Selama musim kemarau, suhu bisa turun pada malam hari. Jika ini terjadi di tempat tinggal Anda, manfaatkan sebagian besar waktu ini dengan membuka jendela sebelum Anda pergi tidur. Namun, pastikan untuk menutup jendela (dan tirai) sebelum terlalu panas di pagi hari.

8. Singkirkan lampu pijar
Jika Anda pernah beralih ke CFL, atau lampu neon, ketahuilah bahwa lampu pijar mengonversi sekitar 90 persen dari total energi yang ada ke dalam panas saat memancar.

Oleh sebab itu, dengan mengurangi penggunaan ampu pijar akan membuat perbedaan kecil dalam upaya mendinginkan rumah sambil menurunkan tagihan listrik Anda.

9. Mulai memanggang
Sudah jelas, menggunakan oven atau kompor di cuaca terik akan membuat rumah Anda lebih panas. Dengan demikian, cobalah untuk memanggang masakan di halaman rumah. Selain bisa mengurangi panas di dalam rumah, tentu menyenangkan menikmati suasana yang berbeda saat memasak.

10. Buat perubahan jangka panjang
Jika Anda benar-benar berkomitmen untuk tidak menggunakan AC keseluruhan, Anda dapat membuat beberapa perubahan untuk membuat rumah tetap dingin. Menggunakan kaca film, misalnya, merupakan cara cerdas karena mereka bekerja sama dengan tirai menolak cahaya matahari.

Selain itu, menanam pohon di halaman atau tanaman merambat di depan jendela yang menghadap cahaya akan melindungi rumah dari sinar matahari. Cara ini efektif mengurangi jumlah panas rumah Anda.
( sumber )

>> 8 Tips cerdas untuk Motivasi Diri dalam semangat kerja


Misalnya setelah makan, orang sering mengantuk dan malas bekerja. Walaupun tahu kewajiban, tubuh rasanya sulit digerakkan. Namun ada orang yang tetap giat walau merasa malas. Apa trik motivasi diri dalam tiap situasi?

1. Manfaatkan "Efek Bunglon"
Jika merasa tidak bisa fokuskan pikiran, kalau sedang di kantor sebaiknya orang berusaha duduk di dekat rekan, yang sedang berkonsentrasi dalam pekerjaan. Keuntungannya: bisa ikut "tertular" konsentrasi orang lain, dan orang jadi tergerak untuk ikut beri contoh baik. Selain itu, kebiasaan buruk biasanya terkait dengan lingkungan sekeliling, jadi perubahan tempat duduk bisa menolong mengubahnya.

2. Cari Teman untuk Perangi Kemalasan
Berusaha perbaiki citra di depan orang lain adalah sifat manusia. Ini bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan penting. Caranya: cari mitra yang punya tujuan serupa dan bisa diandalkan, kemudian tetapkan imbalan jika berhasil, dan hukuman jika tidak berhasil. Sang partner berfungsi untuk menjaga agar kedua belah pihak tetap berusaha dan mengantongi hadiah jika salah seorang tidak berhasil.

3. Pentingnya Komitmen Kerja
Anda suka mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda? Cara mencegahnya: sebelum menundanya tetapkan komitmen. "Saya akan melakukan ABC dalam satu jam." Selain itu, jangan berharap akan punya waktu cukup untuk melakukan pekerjaan tersebut. Melainkan rencanakan dan sediakan waktu khusus untuk itu.

4. Gali Sumber Inspirasi Terdalam
Kalau sedang tidak termotivasi, sebaiknya berhenti sepenuhnya selama lima menit. Anda bisa meninjau ulang tujuan yang ingin dicapai dan visualisasi bagian yang paling memberi inspirasi. Jika Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai, Anda pasti punya sumber inspirasi yang tidak akan pernah kering. Sumber inspirasi inilah yang kerap membedakan pemimpin besar dan pemimpin biasa.





5. Pergi ke Tempat Yang Berikan Inspirasi
Sebaiknya menyediakan waktu sekitar 90 menit per minggu untuk memikirkan langkah strategis bagi hidup dan pekerjaan, juga untuk memikirkan tugas berat, yang jika bisa, ingin dihindari. Untuk mempermudah, sebaiknya itu dilakukan di tempat yang bisa membantu agar berada dalam situasi pikiran yang tepat.

6. Nikmati Suasana Outdoor
Berlawanan dengan intuisi, kelelahan mental tidak disebabkan kelelahan pada bagian otak yang digunakan untuk fokuskan diri. Sebenarnya itu disebabkan kelelahan bagian otak yang memblokir gangguan. Menurut studi, berjalan-jalan (terutama di alam terbuka) bantu kembalikan kemampuan otak untuk memblokir gangguan, karena di alam terbuka pikiran bisa bebas melanglang-buana.

7. Berolahraga Sebelum Ambil Keputusan Penting
Jika harus mengambil keputusan penting dan melaksanakannya, ada baiknya berolahraga dulu sekitar 30 menit, agar aktivitas jantung meningkat dan merasa lebih berenergi. Sebuah studi yang diterbitkan British Journal of Health Psychology menunjukkan, latihan konsisten berdampak positif pada niat kerja.

8. Bekerja Sampai Tuntas
Memiliki citra sebagai orang yang bekerja sampai tuntas juga membantu mendorong motivasi. Untuk memperkuat identitas sebagai seseorang yang bekerja sampai selesai, sebaiknya menempatkan sifat ini sebagai salah satu hal utama dalam hidup. Selain itu, untuk komitmen kecilpun kerjakan semuanya sampai tuntas.
( sumber )

>> Daftar 10 Hewan paling banyak membunuh Manusia

Hiu bisa sangat menakutkan. Tapi bukan satwa bertaring panjang itu yang paling rajin membunuh manusia, melainkan binatang lain yang justru terlihat tidak berbahaya. Inilah daftarnya.

1. Nyamuk - 725.000/Tahun
Di Eropa nyamuk cuma nuansa, tapi di tempat lain ia mematikan. Sebenarnya nyamuk dianggap berbahaya karena sering membawa parasit mematikan. Malaria misalnya membunuh rata-rata sekitar 600.000 orang setiap tahun. Demam berdarah, demam kuning dan radang otak juga disebabkan oleh bakteri atau virus yang dibawa nyamuk.



2. Ular - 50.000/Tahun
Kebanyakan jenis ular tidak berbahaya dan bahkan tidak memiliki bisa sama sekali. Tapi yang lain mampu membunuh dengan efektif. Sekitar 50.000 orang di seluruh dunia menjadi korban gigitan ular setiap tahunnya - cukup untuk menempatkan reptilia ini sebagai pembunuh terbesar ketiga di dunia.




3. Anjing (Rabies) - 25.000/Tahun
Rabies adalah infeksi virus yang sebenarnya bisa ditularkan oleh banyak jenis hewan. Tapi di banyak negara rabies ditularkan oleh anjing. Virus ini sangat licik. Penderitanya bisa bertahan lama tanpa menunjukkan gejala apapun. Dan ketika virus mulai aktif, tidak jarang berujung kematian. Untungnya saat ini manusia dan anjing bisa mendapat vaksinasi anti rabies dengan murah.




4. Siput Air Payau, Serangga Penghisap Darah & Lalat Tsetse - 10.000/Tahun
Tiga satwa bersaing di tempat kelima dengan angka korban yang mencapai 10.000 per tahun. Ketiganya sebenarnya tidak berbahaya, melainkan parasit yang mereka bawa. Cacing Schistosomiasis misalnya rajin membunuh di Indonesia. Sementara penyakit Chagas disebabkan oleh bakteri bernama Trypanosoma cruzi yang biasa dibawa oleh serangga penghisap darah




5. Cacing Ascaris - 2500/Tahun
Jenis parasit yang satu ini menyerupai cacing pita. Bedanya mereka tidak berdiam diri di saluran pencernaan. Setelah telur menetas, cacing Ascaris melubangi dinding usus dan menjangkiti paru-paru serta saluran pernafasan, lalu kembali ke saluran pencernaan untuk tumbuh besar. Sekitar satu miliar manusia terjangkit cacing Ascaris di seluruh dunia.




6. Cacing Pita - 2000/Tahun
Cacing pita biasanya hidup di saluran pencernaan hewan vertebrata, entah itu ikan hiu, tikus atau manusia. Mereka biasanya masuk ke tubuh manusia sebagai telur atau larva yang tersimpan di dalam makanan. Kendati bisa disembuhkan, setiap tahun cacing pita membunuh 200 kali lipat lebih banyak manusia ketimbang ikan hiu.




7. Buaya - 1000/Tahun
Soal siapa yang dianggap paling angker, buaya bisa dikatakan sejajar dengan singa dan ikan hiu. Satwa ini punya kemampuan membunuh yang sangat efektif. Tidak jarang korban bertubuh jauh lebih besar ikut menjadi korban, misalnya kuda nil, sapi atau, dalam kasus buaya air tawar, bahkan ikan hiu. Sekitar 1000 manusia tercatat tewas akibat gigitan buaya setiap tahunnya.




8. Kuda Nil - 500/Tahun
Tidak terhitung mainan anak-anak yang dibuat menyerupai seekor kuda nil. Kenapa tidak? Satwa ini bisa terlihat lucu dengan moncong dan badannya yang cendrung membengkak. Dan kuda nil juga termasuk jenis Herbivora. Tapi jangan terkecoh. Kuda nil terbukti dapat berlari sangat cepat dan mematikan. Setiap tahun sekitar 500 orang tewas akibat satwa yang satu ini.




9. Singa & Gajah - 100/Tahun
Bahwa manusia kadangkala menjadi korban singa, bukan kemustahilan. Yang mengejutkan justru peluang terbunuh oleh gajah sama besarnya. Mamalia darat terbesar di dunia ini memang bisa menjadi agresif dan mematikan jika merasa terganggu. Setiap tahun kedua spesies membunuh rata-rata sekitar 100 orang.




10. Hiu & Serigala - 10/Tahun
Hiu dan serigala memang memiliki kemampuan membunuh yang hampir tiada duanya. Tapi cuma sedikit yang menjadi korban. Setiap tahun sekitar sepuluh orang meninggal dunia akibat hiu dan serigala. Anda lebih berpeluang tewas karena panggangan roti ketimbang oleh kedua hewan ini.
( sumber )

>> Cara merawat softlens yang aman, sehat dan benar


Dalam penggunaannya, baik sebagai alat bantu penglihatan maupun sebagai aksesoris kecantikan, Softlens selalu berkontak langsung dengan salah satu panca indera yang paling sensitif di tubuh kita, yaitu Mata. Untuk itu, Softlens sangat memerlukan perawatan yang baik dan tepat, agar tidak cepat rusak dan tetap nyaman digunakan di mata kita.

Pada artikel kali ini, kami hadirkan beberapa tips dasar cara merawat Softlens dengan baik dan benar. Caranya adalah sebagai berikut:

Mencuci/Mensterilkan Tangan Terlebih Dahulu
  • Sebelum menyentuh dan membersihkan Softlens, cucilah tangan kamu dengan sabun. Agar kotoran dan kuman tidak menempel di Softlens. Lalu keringkan tangan kamu dengan handuk yang tidak berserat.
INGAT !!! Hindari sabun yang mengandung pelembab, karena bersifat Anti untuk Lensa kontak. 

Menuangkan Cairan Solution

  • Letakkan Softlens di telapak tangan. 
  • Kemudian tuangkan cairan solution 2 atau 3 tetes di atasnya. 
  • Bersihkan lensa satu persatu dengan cairan solution yang direkomendasikan.

Menggosok Softlens
Gosoklah lensa dengan ujung jari secara perlahan dan hati - hati, lakukan kira - kira selama 10 s/d 15 detik, lalu bilaslah dengan cairan solution dan gosok kembali dengan ujung jari seperlunya.
Letakkan Softlens ke dalam tempatnya, lalu tuangkan cairan solution ke dalamnya hingga benar - benar terendam.

Perhatian..! 
Waktu minimal perendaman Softlens adalah 4 jam, dan maksimal 24 jam. 

Catatan:
Jika anda ingin menggunakan kembali Softlens tersebut, hendaknya lakukanlah langkah yang sama seperti di atas. Sebelum dipakai, bersihkan terlebih dahulu sisa kosmetik dan debu yang masih menempel di sekitar mata.

Menyimpan dan Meletakkan Tempat Softlens
Tempat Softlens harus diletakkan dalam keadaan terbuka dan terlungkup.Buanglah cairan solution bekas merendam, kemudian bersihkan tempat Softlens, lalu simpan tempat Softlens di tempat yang kering dan bersih.
( sumber )



>> Cara dan petunjuk menggunakan softlens yang sehat dan benar


Pada dasarnya Softlens hanya digunakan sebagai alat untuk membantu penglihatan seseorang. Namun seiring berkembangnya zaman, kini Softlens tidak hanya digunakan untuk alat bantu penglihatan, tapi juga berperan sebagai aksesoris untuk menambah kecantikan dan gaya hidup seseorang. Bagi sebagian orang yang enggan berkaca mata, Softlens adalah alternatif pilihan terbaik untuk digunakan. Selain praktis dan nyaman, Softlens juga bisa membuat mata menjadi terlihat lebih indah, anggun dan menawan.

Dalam penggunaannya, baik sebagai alat bantu penglihatan maupun sebagai aksesoris kecantikan, Softlens selalu berkontak langsung dengan salah satu panca indera yang paling sensitif di tubuh kita, yaitu Mata. Untuk itu, Softlens sangat memerlukan perawatan yang baik dan tepat, agar tidak cepat rusak dan tetap nyaman digunakan di mata kita, berikut kami bagikan cara dan petunjuk penggunaan softlens yang sehat dan benar.

Persiapan sebelum memasang softlens
Kebersihan adalah aspek penting pertama dalam perawatan softlens yang tepat. Lakukan rutinitas kebersihan yang baik untuk penanganan lensa kontak Anda.

  • Selalu cuci tangan anda secara menyeluruh dengan sabun lembut, bilas dengan hati-hati dan kering sebelum menyentuh lensa kontak anda.
  • Jangan gunakan kosmetik berminyak, sabun yang mengandung krim dingin, lotion atau krim sebelum memegang softlens anda.
  • Cara terbaik adalah untuk memasukkan lensa Anda sebelum memakai make-up
  • Tutup mata anda bila menggunakan hairspray atau aerosol lainnya.
  • Jangan memakai softlens lebih panjang dari jangka waktu yang ditetapkan.
  • Jangan gunakan lensa jika segel jelas terlihat rusak.





Cara memasang softlens
Sebelum memasukkan softlens, periksa lagi softlens anda untuk memastikan bebas dari torehan atau air mata. Jika terlihat rusak maka jangan dipakai, lebih baik di kembalikan atau di buang saja. Pastikan juga posisi softlens anda tidak terbalik dari dalam keluar.

  • Letakkan softlens di ujung jari telunjuk Anda dan tahan pada posisi yang sejajar dengan mata.
  • Letakkan jari tengah (tangan yang memegang softlens) untuk menahan kelopak mata bawah dan tarik ke bawah kelopak mata bawah.
  • Gunakan jari telunjuk atau jari tengah dari tangan yang lain untuk mengangkat kelopak mata atas. Lalu perlahan-lahan tempelkan softlens yang ada pada jari telunjuk anda pada mata.
  • Lepaskan dengan lembut, kemudian lepaskan tangan anda lalu berkediplah.
  • Ulangi langkah ini untuk lensa kiri.

Ada metode lain penempatan lensa. Jika metode di atas adalah sulit bagi anda.
Biasanya, softlens akan menempati posisi tengah mata secara otomatis ketika dipakai dan sangat jarang dapat pindah ke bagian putih mata. Namun, hal ini dapat terjadi jika pemasangan dan pelepasan softlens tidak dilakukan dengan benar.

Untuk membuat softlens menempati posisi tengah mata, ikuti salah satu dari metode ini.

  • Tutup kelopak mata Anda dan dengan lembut pijat lensa ke tempatnya melalui dengan mata tertutup. Atau, dengan perlahan anda dapat memanipulasi posisi softlens ke tengah mata sementara mata dibuka, dengan menggunakan tekanan jari pada tepi atas atau bawah kelopak mata.
  • Jika visi Anda adalah kabur setelah memasukkan lensa, periksa hal berikut:
  • Lensa mungkin tidak berpusat pada mata. Periksa petunjuk di atas.

Jika lensa dalam posisi yang benar, lepaskan softlens anda dan perhatikan hal berikut;

  1. Kosmetik atau minyak pada softlens. Lepaskan softlens, bersihkan dan coba pakai lagi.
  2. Softlens mungkin dipasang pada mata yang salah. (ukuran minus yang berbeda)
  3. Lensa kontak mungkin dipasang terbalik (biasanya akan terasa sangat tidak nyaman).



Cara Melepas Softlens

  • Cuci, bilas dan keringkan tangan Anda secara menyeluruh.
  • Selalu pastikan bahwa softlens berada di tengah-tengah mata Anda sebelum mencoba untuk melepasnya.
  • Untuk menemukan softlens, periksa daerah atas mata dengan melihat ke dalam cermin, sementara menarik kelopak mata atas. Kemudian periksa area bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.
  • Setelah Anda telah menemukan lensa, Anda dapat melepasnya dengan menggunakan metode mencubit yang akan dijelaskan dibawah ini, atau dengan cara lain yang direkomendasikan oleh Praktisi Perawatan Mata Anda.
  • Lihat kiri, geser softlens ke putih mata Anda dengan menggunakan jari telunjuk Anda.
  • Cubit dengan lembut lensa antara ibu jari dan jari telunjuk, lalu simpan kembali softlens anda di tempat softlens.
  • Ganti wadah lensa sebulan sekali, untuk mengurangi risiko infeksi.

( sumber )